Liputan6.com, Athena: Negara-negara yang tergabung dalam Uni Eropa dan Pakta Pertahanan Atlantik Utara (NATO) menandatangani kesepakatan dalam hal saling berbagi informasi rahasia dan teknologi komunikasi untuk mengantisipasi pecahnya perang di Irak. Deklarasi itu ditandatangani Sekretaris Jenderal NATO George Robertson dan Uni Eropa yang diwakili Menteri Luar Negeri Yunani George Papandreou di Athena, Yunani, Jumat (14/3). Penandatangan itu juga dihadiri para menteri pertahanan dari negara-negara anggota Uni Eropa dan NATO.
Meski pandangan Uni Eropa terbelah mengenai perlu-tidaknya serangan ke Irak, Menteri Pertahanan Prancis Michelle Alliot-Marie menyatakan, perbedaan pandangan tersebut tak separah Amerika Serikat. Soalnya, dalam krisis Irak mereka tetap dapat bekerja sama. Itulah sebabnya, di dalam deklarasi yang diusulkan Inggris dan Prancis itu, negara-negara Eropa dituntut tetap dapat bekerja sama, meski berbeda pandangan.
Di lain tempat, Juru Bicara Gedung Putih Ari Fleischer mengumumkan, Presiden George Walker Bush, Ahad besok, akan bertolak menuju Portugal. Di sana Bush akan bertemu dengan sekutu setianya Perdana Menteri Inggris Tony Blair dan pendukung draf resolusi kedua PM Spanyol Jose Maria Aznar. Dalam pertemuan itu, mereka akan membicarakan pembahasan final mengenai draf resolusi kedua yang keputusannya sempat ditunda [baca: Voting DK PBB Ditunda Lagi].(ORS/Idr)
Meski pandangan Uni Eropa terbelah mengenai perlu-tidaknya serangan ke Irak, Menteri Pertahanan Prancis Michelle Alliot-Marie menyatakan, perbedaan pandangan tersebut tak separah Amerika Serikat. Soalnya, dalam krisis Irak mereka tetap dapat bekerja sama. Itulah sebabnya, di dalam deklarasi yang diusulkan Inggris dan Prancis itu, negara-negara Eropa dituntut tetap dapat bekerja sama, meski berbeda pandangan.
Di lain tempat, Juru Bicara Gedung Putih Ari Fleischer mengumumkan, Presiden George Walker Bush, Ahad besok, akan bertolak menuju Portugal. Di sana Bush akan bertemu dengan sekutu setianya Perdana Menteri Inggris Tony Blair dan pendukung draf resolusi kedua PM Spanyol Jose Maria Aznar. Dalam pertemuan itu, mereka akan membicarakan pembahasan final mengenai draf resolusi kedua yang keputusannya sempat ditunda [baca: Voting DK PBB Ditunda Lagi].(ORS/Idr)