Aksi Seruan untuk Pemimpin G20 Setop Perburuk Krisis Iklim

oleh Fadjriah NurdiarsihJohan FatzryDiterbitkan 14 November 2022, 18:05 WIB
Aksi Seruan untuk Pemimpin G20 Stop Perburuk Krisis Iklim
Aksi tersebut dilakukan untuk menyerukan kepada para pemimpin agar menghentikan “pencucian hijau” dan praktik ekonomi “business-as-usual” yang secara sistematis memperburuk krisis iklim dan mendorong umat manusia pada kehancuran ekologis & kepunahan massal. Negara-negara G20 turut menyumbang atas 80 persen emisi karbon dunia dan 60 persen populasi penduduk bumi.
Sejumlah aktivis yang tergabung dalam Extintion Rebellion (XR) dan Walhi Jakarta melakukan aksi di JPO Pinisi, Jalan Jenderal Sudirman, Jakarta, Senin (14/11/2022). Aksi tersebut dilakukan untuk menyerukan kepada para pemimpin agar menghentikan “pencucian hijau” dan praktik ekonomi “business-as-usual” yang secara sistematis memperburuk krisis iklim dan mendorong umat manusia pada kehancuran ekologis & kepunahan massal. Negara-negara G20 turut menyumbang atas 80 persen emisi karbon dunia dan 60 persen populasi penduduk bumi. (Liputan6.com/Angga Yuniar)
Sejumlah aktivis yang tergabung dalam Extintion Rebellion (XR) dan Walhi Jakarta melakukan aksi di JPO Pinisi, Jalan Jenderal Sudirman, Jakarta, Senin (14/11/2022). Aksi tersebut dilakukan untuk menyerukan kepada para pemimpin agar menghentikan “pencucian hijau” dan praktik ekonomi “business-as-usual” yang secara sistematis memperburuk krisis iklim dan mendorong umat manusia pada kehancuran ekologis & kepunahan massal. Negara-negara G20 turut menyumbang atas 80 persen emisi karbon dunia dan 60 persen populasi penduduk bumi. (Liputan6.com/Angga Yuniar)
Aktivis yang tergabung dalam Extintion Rebellion (XR) dan Walhi Jakarta melakukan aksi di JPO Pinisi, Jalan Jenderal Sudirman, Jakarta, Senin (14/11/2022). Aksi tersebut dilakukan untuk menyerukan kepada para pemimpin agar menghentikan “pencucian hijau” dan praktik ekonomi “business-as-usual” yang secara sistematis memperburuk krisis iklim dan mendorong umat manusia pada kehancuran ekologis & kepunahan massal. Negara-negara G20 turut menyumbang atas 80 persen emisi karbon dunia dan 60 persen populasi penduduk bumi. (Liputan6.com/Angga Yuniar)
Sejumlah aktivis yang tergabung dalam Extintion Rebellion (XR) dan Walhi Jakarta melakukan aksi di JPO Pinisi, Jalan Jenderal Sudirman, Jakarta, Senin (14/11/2022). Aksi tersebut dilakukan untuk menyerukan kepada para pemimpin agar menghentikan “pencucian hijau” dan praktik ekonomi “business-as-usual” yang secara sistematis memperburuk krisis iklim dan mendorong umat manusia pada kehancuran ekologis & kepunahan massal. Negara-negara G20 turut menyumbang atas 80 persen emisi karbon dunia dan 60 persen populasi penduduk bumi. (Liputan6.com/Angga Yuniar)
Sejumlah aktivis yang tergabung dalam Extintion Rebellion (XR) dan Walhi Jakarta melakukan aksi di JPO Pinisi, Jalan Jenderal Sudirman, Jakarta, Senin (14/11/2022). Aksi tersebut dilakukan untuk menyerukan kepada para pemimpin agar menghentikan “pencucian hijau” dan praktik ekonomi “business-as-usual” yang secara sistematis memperburuk krisis iklim dan mendorong umat manusia pada kehancuran ekologis & kepunahan massal. Negara-negara G20 turut menyumbang atas 80 persen emisi karbon dunia dan 60 persen populasi penduduk bumi. (Liputan6.com/Angga Yuniar)
Sejumlah aktivis yang tergabung dalam Extintion Rebellion (XR) dan Walhi Jakarta melakukan aksi di JPO Pinisi, Jalan Jenderal Sudirman, Jakarta, Senin (14/11/2022). Aksi tersebut dilakukan untuk menyerukan kepada para pemimpin agar menghentikan “pencucian hijau” dan praktik ekonomi “business-as-usual” yang secara sistematis memperburuk krisis iklim dan mendorong umat manusia pada kehancuran ekologis & kepunahan massal. Negara-negara G20 turut menyumbang atas 80 persen emisi karbon dunia dan 60 persen populasi penduduk bumi. (Liputan6.com/Angga Yuniar)
Sejumlah aktivis yang tergabung dalam Extintion Rebellion (XR) dan Walhi Jakarta melakukan aksi di JPO Pinisi, Jalan Jenderal Sudirman, Jakarta, Senin (14/11/2022). Aksi tersebut dilakukan untuk menyerukan kepada para pemimpin agar menghentikan “pencucian hijau” dan praktik ekonomi “business-as-usual” yang secara sistematis memperburuk krisis iklim dan mendorong umat manusia pada kehancuran ekologis & kepunahan massal. Negara-negara G20 turut menyumbang atas 80 persen emisi karbon dunia dan 60 persen populasi penduduk bumi. (Liputan6.com/Angga Yuniar)

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya