Daftar Wasit yang Memimpin Piala Dunia 2022, Dari Insinyur hingga Polisi Paruh Waktu

Sebagian wasit ini memiliki latar belakang berbeda walau tetap tegas di lapangan.

oleh YuliantoDiterbitkan 13 November 2022, 10:00 WIB
Wasit asal Argentina yang akan bertugas di Piala Dunia 2022, Facundo Tello. (AFP/Javier Gonzalez Toledo)

Liputan6.com, Jakarta- Peran wasit pertandingan di Piala Dunia seringkali merupakan pekerjaan tanpa pamrih.

Sementara para pemain dibanjiri pujian ketika mereka melakukan pekerjaan yang luar biasa, wasit jarang dipuji karena melakukan pekerjaan mereka dengan baik.

Sebaliknya, mereka secara rutin dicerca – oleh pemain, manajer, dan penggemar karena kesalahan sekecil apa pun.

Kenyataannya adalah peran berisiko tinggi membutuhkan pengetahuan yang komprehensif tentang aturan permainan, tingkat kebugaran elit – sering kali mengharuskan mereka untuk berlari lebih dari pemain lapangan – dan kerja keras selama bertahun-tahun.

Untuk Piala Dunia 2022, FIFA telah merilis daftar 36 wasit, 69 asisten wasit, dan 24 ofisial pertandingan video yang mengawasi sistem asisten wasit video (VAR). Ini juga akan menjadi Piala Dunia pertama dengan ofisial pertandingan wanita – wasit Stephanie Frappart (Prancis), Salima Mukansanga (Rwanda), dan Yoshimi Yamashita (Jepang); asisten wasit Neuza Back (Brasil), Karen Diaz Medina (Meksiko), dan Kathryn Nesbitt (AS).

Piala Dunia 2022 Qatar juga akan melihat pengenalan Teknologi Offside Semi-Otomatis berbasis Artificial Intelligence (AI) baru. Sistem yang saat ini sedang diuji coba di babak grup Liga Champions dirancang untuk meningkatkan akurasi keputusan offside. Kamera yang dipasang di bawah atap stadion melacak semua 22 pemain yang merekam titik data dan menghitung posisi tepat mereka di lapangan.

Wasit juga akan memanfaatkan teknologi garis gawang, yang diperkenalkan selama Piala Dunia 2014 di Brasil. Sistem ini menggunakan 14 kamera berkecepatan tinggi untuk membuat animasi gambar 3D yang dapat memberi tahu wasit segera jika bola telah melewati garis.


Ini Dia Wasit yang Mewakili Asia dan Afrika

Siapa yang akan menjadi wasit Piala Dunia 2022?

AFC – Konfederasi Sepak Bola Asia

Enam wasit

10 asisten wasit

Empat ofisial pertandingan video

Abdulrahman al-Jassim (Qatar) – Pria asal Qatar berusia 35 tahun ini telah menjadi wasit FIFA sejak 2013 dan telah memimpin beberapa pertandingan papan atas. Dia bekerja sebagai ofisial VAR di Piala Dunia 2018 di Rusia. Dia juga menjadi wasit di Piala Asia AFC 2019 dan final Piala Dunia Antarklub FIFA 2019 antara Liverpool dan Clube de Regatas do Flamengo.

Lanjut Baca:

Chris Beath (Australia) – Seperti al-Jassim, Beath mengukir namanya di kancah internasional dengan menjadi wasit di Piala Asia AFC 2019 dan Piala Dunia Antarklub FIFA. Alireza Faghani (Iran) – Berasal dari Kashmar di timur laut Iran, Faghani bermain sepak bola di kasta ketiga negara itu sebelum akhirnya beralih menjadi wasit. Dia menjadi wasit final Liga Champions AFC 2014, Piala Dunia 2018, dan sekarang menjadi wasit di A-League Australia. Ma Ning (China) – Ma Ning menjadi wasit kedua China yang berpartisipasi di Piala Dunia. Mohammed Abdulla Mohamed (UEA) – UEA telah menjadi wasit FIFA sejak 2010 dan menjadi wasit di Piala Asia AFC. Yoshimi Yamashita (Jepang) – Pada April 2022, Yamashita menjadi ofisial wanita pertama yang mengawasi pertandingan Liga Champions AFC, di mana dia mengeluarkan tiga kartu kuning untuk Melbourne City. CAF – Konfederasi sepak bola Afrika Enam wasit 10 asisten wasit Dua ofisial pertandingan video Bakary Papa Gassama (Gambia) – Ini akan menjadi penampilan ketiga Gassama di Piala Dunia setelah Brasil 2014 dan Rusia 2018. Mustapha Ghorbal (Aljazair) – Pria asal Aljazair berusia 37 tahun itu telah menjadi wasit beberapa pertandingan internasional, termasuk final Liga Champions CAF 2020 antara tim Mesir Zamalek dan Al Ahly, di mana dia mengeluarkan dua kartu merah dan lima kartu kuning. Victor Gomes (Afrika Selatan) – Seorang wasit yang berbicara keras tanpa basa-basi, Gomes telah menjadi berita utama di lebih dari satu kesempatan. Pada 2018, dia dilaporkan menolak suap USD 30.000 untuk memperbaiki pertandingan Piala Konfederasi CAF antara Plateau United dari Nigeria dan USM Alger dari Aljazair. Di final AFCON 2021, Gomes dengan tegas mengatakan kepada superstar Mesir, Mohamed Salah, untuk berhenti mengeluh sebelum dengan sinis menawarkan peluitnya. Salima Mukansanga (Rwanda) – Mukansanga terus membuat sejarah. Dia adalah wanita pertama dari negara asalnya, Rwanda, yang menjadi wasit Piala Dunia Wanita FIFA, wanita pertama yang memimpin Piala Afrika dan sekarang menjadi salah satu wanita pertama yang menjadi wasit di Piala Dunia pria. Janny Sikazwe (Zambia) – Sikazwe membanggakan CV yang mengesankan, setelah menjadi wasit final Piala Dunia Antarklub FIFA 2016 dan final Piala Afrika 2017 dan menjadi wasit Zambia pertama yang memimpin Piala Dunia 2018. Namun, dia mungkin paling diingat karena salah memanggil full-time pada menit ke-85 dan ke-89 dalam pertandingan Piala Afrika antara Tunisia dan Mali pada Januari tahun ini. Belakangan diketahui bahwa dia menderita heat stroke dan kemudian dibawa ke rumah sakit. Maguette Ndiaye (Senegal) – Wasit asal Senegal memimpin beberapa pertandingan di Piala Afrika 2021.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya