Liputan6.com, Jakarta - Sebuah video beredar saat pelaku pencuri handphone berinisial MF (25) babak belur dihajar warga. Pelaku yang mengenakan pakaian ormas tertangkap warga usai mencuri handphone di RW4, Kelurahan Jatijajar, Kecamatan Tapos, Kota Depok.
Pada rekaman tersebut sejumlah warga membawa MF yang sudah tertangkap ke rumah pengurus lingkungan. Tampak dalam rekaman, pelaku mengalami luka pada bagian mata sebelah kanan, dikarenakan warga kesal atas perbuatannya.
Advertisement
Pelaku diduga mencuri handphone milik warga dan sempat tidak mengakui perbuatannya. Atas ulahnya tersebut warga merasa kesal dan sempat menghakimi korban sebelum dibawa ke pengurus lingkungan.
“Lo kenapa enggak mau ngaku bang, kalau ngaku enggak bakal jadi masalah begini bang,” ujar seseorang yang merekam kejadian tersebut.
Menanggapi hal tersebut, Kanit Reskrim Polsek Cimanggis, Iptu Hendra membenarkan, Polsek Cimanggis telah menerima penyerahan pelaku pencurian handphone yang mengenakan baju ormas. Namun setelah diperiksa, pelaku bukan merupakan anggota ormas seperti pakaian yang dikenakannya.
“Bukan ormas cuma pakai bajunya aja,” ujar Hendra saat dihubungi Liputan6.com, Senin (31/10/2022).
Kronologi
Hendra menjelaskan, kejadian tersebut terjadi pada Minggu (30/10/2022) dinihari di lingkungan RW4, Kelurahan Jatijajar. Pelaku sebelum melakukan aksinya sempat menawarkan makanan kepada korban.
“Pelaku tawarin makanan, pas korban meleng, HP nya diambil,” jelas Hendra.
Pelaku merupakan warga pengontrak yang belum lama tinggal di lokasi kejadian. Pelaku tinggal di lokasi tersebut hanya seorang diri tanpa memiliki keluarga dan berasal dari luar wilayah Kota Depok.
“Pelaku dari wilayah Bogor dan ngontrak sendirian tanpa keluarga,” ucap Hendra.
Advertisement
Serahkan ke Dinsos
Polsek Cimanggis telah menangani kasus tersebut namun dari pihak korban belum membuatkan laporan selama 1x24 jam. Dikarenakan korban tidak membuat laporan dan pelaku tidak memiliki tempat tinggal, Polsek Cimanggis menyerahkan pelaku kepada Dinas Sosial (Dinsos) Kota Depok.
“Kita serahkan ke Dinsos setelah 1x24 jam korban tidak membuat laporan,” Pungkas Hendra.