Liputan6.com, Jakarta- Pelaksanaan Labuan Bajo Marathon 2022 sudah di depan mata. Panitia pun terus melakukan sosialisasi dan kegiatan sosial di sekitar lokasi lari marathon yang rencananya dilangsungkan 29 Oktober 2022 nanti.
Kegiatan Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) digelar di Labuan Bajo, Kabupaten Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur (NTT) oleh sponsor utama Labuan Bajo Marathon 2022, Indonesia Financial Group (IFG).
Advertisement
Pemerintah Kabupaten Manggarai Barat mendukung penuh program kegiatan TJSL tersebut. Wakil Bupati Manggarai Barat, Yulianus Weng, mengapresiasi langkah IFG sebagai BUMN Holding Asuransi, Penjaminan dan Investasi dan sejumlah anak perusahaannya dalam memberikan penguatan literasi dan kampanye antisampah plastik dengan melibatkan dari anak-anak hingga masyarakat umum di Labuan Bajo.
“Hadirnya IFG melalui sejumlah kegiatan TJSL, di antaranya dengan membersihkan lingkungan di kawasan Waterfront dan Pantai Pede, mendapatkan respons dan apresiasi positif dari tokoh-tokoh dan masyarakat. Kami berharap apa yang dilakukan IFG dan anak perusahaannya bisa menginspirasi banyak pelaku ekonomi dan pariwisata serta menggugah masyarakat Labuan Bajo untuk terus berkomitmen menjaga kelestarian dan kebersihan Labuan Bajo sehingga berdampak pada peningkatan pariwisata dan perekonomian Labuan Bajo,” ungkap Yulianus.
Lebih lanjut, Yulianus juga menyatakan bahwa Pemerintah Kabupaten Manggarai Barat senantiasa mendukung dan menyambut baik pelaksanaan Labuan Bajo Marathon 2022 dan mengajak elemen masyarakat Manggarai Barat untuk ikut berpartisipasi di kegiatan marathon tersebut.
Pertama Kali
“Ini adalah pertama kalinya ada event marathon berskala besar di Labuan Bajo. Kami telah memberikan arahan kepada seluruh Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (FORKOMPIDA) untuk memberi dukungan penuh dan mengajak warga Manggarai Barat untuk ikut serta di Labuan Bajo Marathon 2022. Tunjukkan kita bisa!,” seru Yulianus.
Kegiatan TJSL dalam rangka Labuan Bajo Marathon 2022 diprioritaskan kepada program-program yang sifatnya berkelanjutan dan memiliki dampak besar bagi masyarakat dan sejalan dengan prinsip penciptaan Creating Shared Value (CSV) yang menempatkan penciptaan nilai ekonomi (economic value) dan nilai sosial (social value) secara bersama-sama.
Kegiatan ini juga melibatkan berbagai kalangan, di antaranya pemerintah setempat, pemuka agama, tokoh masyarakat, tokoh adat, pemerhati pendidikan dan UMKM, pegiat lingkungan, serta seluruh lapisan masyarakat di Labuan Bajo.