Pemberontakan Timnas Prancis di Piala Dunia 2010, Perang Mulut Lawan Pelatih dan Mogok Latihan

Piala Dunia 2010 jadi momen memalukan bagi Timnas Prancis. Hasil buruk juga perilaku pemain menjadi sorotan sepanjang turnamen berlangsung.

oleh Anry DhanniaryDiterbitkan 17 September 2022, 15:00 WIB
Kapten Prancis, Thierry Henry di sesi konferensi pers yang berlangsung di Clairefontaine, 17 November 2009, jelang leg kedua play-off PD 2010 lawan Republik Irlandia. AFP PHOTO / FRANCK FIFE

Liputan6.com, Jakarta Piala Dunia tentu menjadi ajang yang paling membanggakan bagi seluruh tim nasional yang berhasil lolos ke putaran final. Tetapi sempat terjadi perpecahan dalam satu timnas saat sedang fokus mengincar gelar juara.

Jelang Piala Dunia Qatar yang berlangsung akhir tahun nanti, tentu saja semua tim ingin menjaga keharmonisan mereka agar bisa mendapatkan hasil terbaik.

Trofi juara Piala Dunia 2022 adalah mimpi seluruh 32 negara yang akan bertarung mulai 20 November mendatang.

Perpecahan menjadi salah satu yang sangat faktor yang sangat dihindari oleh semua tim. Hubungan antara pemain dan juga pelatih diharapkan bisa semakin mesra selama turnamen berlangsung.

Tapi ternyata, ada sebuah insiden yang begitu memalukan dan tak bisa dibayangkan muncul ketika Piala Dunia sedang berlangsung. Parahnya insiden ini terjadi dalam tubuh tim nasional besar seperti Prancis di Piala Dunia 2010.

Sebelum membahas pembangkangan ini, kita mundur lebih dulu ke Piala Dunia 2006 saat timnas Prancis menjadi salah satu finalis.

Setelah tampil medioker dalam fase kualifikasi dan keputusan kembalinya Zinedine Zidane, Prancis tampil di Jerman dengan penampilan yang mengecewakan. Mengawali turnamen dengan 2 hasil imbang sebelum susah payah lolos ke 16 besar usai kemenangan atas Togo.

Kendati demikian, pengamat menilai chemistry tim Prancis sangat buruk dan pelatih, Raymond Domenech, telah kehilangan harga dirinya di mata para pemain.

Bahkan, banyak yang menyebut striker andalan Prancis saat itu, Thierry Henry, tidak berbicara lagi dengan sang pelatih.


Zidane Pensiun Prancis Runyam

6. Zinedine Zidane - Pelatih Real Madrid ini pernah memutuskan gantung sepatu dari timnas Prancis usai kegagalan di Euro 2004 Yunani. Setahun berselang, pria berkepala pelontos ini meralat sikapnya demi Piala Dunia 2006. (AFP/Roberto Schmidt)

Pada babak 16 besar, Prancis hadapi tim favorit Spanyol yang berhasil menyapu semua pertandingan fase grup mereka dengan kemenangan meyakinkan.

Di awal pertandingan gol David Villa seakan membenarkan segala prediksi. Namun, Prancis secara mengejutkan bangkit berkat kelihaian Franck Ribery, Patrick Vierra dan Zinedine Zidane.

Prancis lagi-lagi harus menghadapi favorit juara yaitu Brasil pada babak perempat-final. Saat itu, Selecao digadang memiliki lini penyerangan terbaik di Piala Dunia 2006.

Namun, pertahanan Prancis tidak goyah dan duet Zidane dan Thierry Henry berhasil menciptakan gol kemenangan.

Lanjut Baca:

Dalam dua pertandingan monumental itu, Prancis benar-benar harus berterima kasih pada lima pemain: Zidane, Henry, Vierra, Lilian Thuram dan William Gallas. Ketika itu, pertikaian dalam tim mulai mereda. Tak ada lagi perseteruan dengan sosok pelatih yang sudah kehilangan maruahnya. Berkat pertahanan kokoh dan sosok pemimpin seperti Zidane, Prancis sukses melaju ke final namun harus menelan kekalahan dengan secara dramatis. Diwarnai tandukkan Zidane ke dada bek Italia, Marco Materazzi. Usai kegagalan itu, Zidane dan Thuram resmi pensiun dari Timnas Prancis. Dampaknya langsung terlihat. Euro 2008 sangat memalukan dengan hanya bisa mendapatkan satu poin. Tensi mulai kembali panas. Namun sepertinya sengaja tidak dibesar-besarkan setelah tiket ke Piala Dunia 2010 berhasil diamankan (walaupun dengan cara kontroversial "handball" Henry saat hadapi Irlandia).

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya