Jurnalis Inggris Keluhkan Aturan Konyol Qatar Jelang Piala Dunia 2022

Setiap orang harus menunjukkan aplikasi Ehteraz sebelum memasuki restoran atau toko, menurut jurnalis Telegraph Robert Jackman, pembatasan tersebut hal yang gila dan juga konyol untuk penyelenggaraan Piala Dunia 2022.

oleh Jefry HutabaratDiterbitkan 17 September 2022, 13:00 WIB
Trofi Piala Dunia FIFA Qatar dipamerkan saat Trophy Tour by Coca-Cola kick-off hari ini dengan first stop event di Dubai, Uni Emirat Arab, Kamis (12/5/2022). (AP Photo/Kamran Jebreili)

Liputan6.com, Jakarta Gelaran Piala Dunia 2022 tinggal menyisakan beberapa bulan lagi digelar. Pentas Piala Dunia bisa menjadi panggung yang tepat bagi sebagian besar pemain untuk menunjukkan kapasitasnya bersama timnas masing-masing.

Namun jelang Piala Dunia Qatar 2022, sederet masalah muncul. Salah satunya adalah ketika otoritas Qatar memberlakukan aturan terbaru untuk masuk ke negaranya.

Seperti yang dikutip dari Telegraph, Jumat (16/9/2022), jurnalis mereka Robert Jackman mengatakan keputusan Qatar untuk memberlakukan aturan baru untuk masuk ke negaranya disebut bodoh dan bukan tanpa kontroversi.

Sebelumnya ada isu HAM dan homoseksualitas telah memicu kontroversi jelang Piala Dunia 2022, tapi kini berubah dengan aturan terbaru mengenai COVID 19.

Jackman mengatakan dia menghadiri pertandingan sepakbola yang disebut sebagai uji coba Piala Dunia, tapi dia sangat kecewa karena menghadapi pembatasan perjalanan baru saat di Qatar.

Pasalnya, saat ini orang-orang yang ingin memasuki negara Teluk harus menjalani tes Covid bersertifikasi laboratorium sebelum tiba di Qatar. Itu terlepas dari apakah mereka divaksinasi lengkap atau tidak.

Selain itu, sebelum tiba di Qatar, penumpang masih harus mengisi sertifikat vaksin NHS serta harus mengunduh aplikasi, Ehteraz. Oleh karena itu, setiap orang harus menunjukkan aplikasi Ehteraz sebelum memasuki restoran atau toko, menurut Jackman, yang menyebut pembatasan itu sebagai hal yang konyol.

Aplikasi ini membutuhkan koneksi internet untuk mengakses kode QR mereka. Jakman menambahkan kalau dia menghabiskan lima menit menunggu OTP untuk aplikasi tersebut.

Walaupun demikian, aturan pemakaian masker wajah di Qatar telah dilonggarkan, dengan masker hanya diwajibkan di transportasi umum.

 


Tiga Masalah Muncul di Qatar

FIFA resmi meluncurkan logo Piala Dunia 2022 di Doha, Qatar, Selasa (3/9/2019). (AFP).

Jelang pembukaan Piala Dunia 2022, ada tiga masalah muncul setelah adanya ujicoba pada beberapa stadion di Qatar untuk digunakan sebagai arena pertandingan Piala Dunia.

Salah satu masalahnya adalah kekurangan air, tak hanya itu terdapat tiga masalah muncul usai para panitia pelaksana Piala Dunia Qatar 2022 melakukan uji coba terhadap salah satu stadion.

Stadion yang dimaksud adalah Lusail Iconic Stadium untuk menggelar final Piala Dunia 2022. Dalam uji coba tersebut, Qatar menggelar pertandingan bertajuk Lusail Super Cup yang mempertemukan Al Hilal SFC (juara Liga Arab Saudi 2021-2022) dan Zamalek SC (juara Liga Mesir 2021-2022), Jumat (9/9/2022) waktu setempat.

Lanjut Baca:

Hasilnya, Al-Hilal berhasil mengalahkan Zamalek lewat adu penalti dengan skor 4-1 usai bermain 1-1 di waktu normal.Sayangnya, meski berlangsung meriah dengan dihadiri 77 ribu orang, laga uji coba untuk Piala Dunia 2022 itu ternyata menimbulkan tiga masalah logistik. Seperti yang dikutip dari Express, Kamis (15/9/2022), ada tiga masalah mulai dari kekurangan air, antrean panjang, dan masalah sistem pendingin. Untuk masalah kekurangan air, di tengah cuaca panas yang mencapai 34 derajat celcius, persediaan air baik di dalam maupun di luar stadion tidak mencukupi. Kemudian untuk persoalan antrean, pintu masuk stasiun kereta dengan stadion hanya berjarak 400 meter. Para penggemar menunggu dalam antrean yang mengular sepanjang 2,5 kilometer. Sementara itu, sistem pendingin stadion yang digambarkan Qatar sebagai yang tercanggih masih tidak memberikan efek cukup baik.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya