Semakin banyaknya obat dan makanan ilegal yang beredar, Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) mencanangkan gerakan nasional waspada obat dan makanan ilegal dan peluncuran buku ramuan etnomedisin obat asli Indonesia
Dalam sambutannya, Kepala BPOM, Dra. Lucky M. Slamet M,sc mengatakan kalau pencanangan gerakan ini merupakan bentuk kerjasama antara satgas (satuan tugas) badan pengawasan obat dan makanan ilegal dan pemerintah daerah.
"Gerakan waspada makanan ilegal ini merupakan bagian tugas dari satgas obat dan makanan ilegal. Kami menyebutnya GNWOMI (gerakan nasional waspada obat dan makanan ilegal). Gerakan ini berskala nasional jadi BPOM berharap agar gerakan ini bisa dilakukan bersama-sama masyarakat," kata Lucky, di Gedung BPOM, Jakarta, Jumat (8/2/2013).
Acara yang turut dihadiri Menteri Kesehatan Nafsiah Mboi, ini ternyata merupakan inisiatif dari Satgas Badan Pengawas tahun 2011 yang diresmikan oleh wakil presiden Republik Indonesia. Nafsiah menyampaikan rasa terimakasih dan perhatiannya
Rencananya gerakan ini akan dilaksanakan di seluruh wilayah Indonesia dengan mengikutsertakan masyarakat terkait kegiatan-kegiatan edukasi dan kampanye tentang waspada obat dan makanan ilegal.
Melengkapi pencanangan gerakan tersebut, BPOM juga meluncurkan buku Etnomedisin yang berisi ramuan obat tradisional yang digunakan masyarakat etnis tertentu untuk pengobatan dan juga sebagai langkah awal perlindungan hal atas kekayaan intelektual traditional knowledge bangsa Indonesia.
Buku ini dimaksudkan agar masyarakat dapat melakukan pengobatan sendiri untuk penyakit-penyakit ringan dengan memanfaatkan pengetahuan dan kearifan lokal menggunakan ramuan herbal. (Fit/Mel)
Dalam sambutannya, Kepala BPOM, Dra. Lucky M. Slamet M,sc mengatakan kalau pencanangan gerakan ini merupakan bentuk kerjasama antara satgas (satuan tugas) badan pengawasan obat dan makanan ilegal dan pemerintah daerah.
"Gerakan waspada makanan ilegal ini merupakan bagian tugas dari satgas obat dan makanan ilegal. Kami menyebutnya GNWOMI (gerakan nasional waspada obat dan makanan ilegal). Gerakan ini berskala nasional jadi BPOM berharap agar gerakan ini bisa dilakukan bersama-sama masyarakat," kata Lucky, di Gedung BPOM, Jakarta, Jumat (8/2/2013).
Acara yang turut dihadiri Menteri Kesehatan Nafsiah Mboi, ini ternyata merupakan inisiatif dari Satgas Badan Pengawas tahun 2011 yang diresmikan oleh wakil presiden Republik Indonesia. Nafsiah menyampaikan rasa terimakasih dan perhatiannya
Rencananya gerakan ini akan dilaksanakan di seluruh wilayah Indonesia dengan mengikutsertakan masyarakat terkait kegiatan-kegiatan edukasi dan kampanye tentang waspada obat dan makanan ilegal.
Melengkapi pencanangan gerakan tersebut, BPOM juga meluncurkan buku Etnomedisin yang berisi ramuan obat tradisional yang digunakan masyarakat etnis tertentu untuk pengobatan dan juga sebagai langkah awal perlindungan hal atas kekayaan intelektual traditional knowledge bangsa Indonesia.
Buku ini dimaksudkan agar masyarakat dapat melakukan pengobatan sendiri untuk penyakit-penyakit ringan dengan memanfaatkan pengetahuan dan kearifan lokal menggunakan ramuan herbal. (Fit/Mel)