Seorang pria mengambil selfie di termometer di Pusat Pengunjung Furnace Creek, di Taman Nasional Death Valley, California, Kamis (1/9/2022). Termometer ini tidak resmi tetapi merupakan tempat foto yang populer. (AP Photo/John Locher)
Sebuah tanda peringatan bahaya panas ekstrem di Badwater Basin, di Taman Nasional Death Valley, Taman Nasional Death Valley, California, Kamis (1/9/2022). Tempat wisata populer di California ini merupakan salah satu tempat terpanas dan terkering yang ada di dunia. (AP Photo/John Locher)
Orang-orang berpose untuk foto di dataran garam di Badwater Basin, di Taman Nasional Death Valley, Taman Nasional Death Valley, California, Kamis (1/9/2022). Menurut Organisasi Meteorologi Dunia, tercatat suhu terpanas di kawasan ini pernah mencapai 45 derajat Celcius, yang terjadi pada 22 April 2012 silam. (AP Photo/John Locher)
Orang-orang berjalan di dekat termometer di Pusat Pengunjung Furnace Creek, di Taman Nasional Death Valley, California, Kamis (1/9/2022). Termometer ini tidak resmi tetapi merupakan tempat foto yang populer. (AP Photo/John Locher)
Orang-orang mengunjungi dataran garam di Badwater Basin, di Taman Nasional Death Valley, Taman Nasional Death Valley, California, Kamis (1/9/2022). Pada hari musim panas rata-rata, suhu di kawasan bisa mencapai 46 derajat celcius. (AP Photo/John Locher)
Orang-orang mengunjungi termometer di Pusat Pengunjung Furnace Creek, di Taman Nasional Death Valley, California, Kamis (1/9/2022). Termometer ini tidak resmi tetapi merupakan tempat foto yang populer. (AP Photo/John Locher)
Orang-orang mengunjungi dataran garam di Badwater Basin, di Taman Nasional Death Valley, Taman Nasional Death Valley, California, Kamis (1/9/2022). Kondisi yang terlalu panas ini bisa menyebabkan manusia mengalami dehidrasi dan merusak kendaraan bermotor yang melintas. (AP Photo/John Locher)
Sebuah tanda peringatan bahaya panas ekstrem di Badwater Basin, Taman Nasional Death Valley, Taman Nasional Death Valley, California, Kamis (1/9/2022). Nama Death Valley diberikan oleh para petualang yang hilang di kawasan ini, pada musim dingin tahun 1849 hingga 1850. (AP Photo/John Locher)