Liputan6.com, Jakarta - Kementerian Komunikasi dan Informatika Republik Indonesia (Kemenkominfo) berkolaborasi dengan Gerakan Nasional Literasi Digital Siberkreasi menyelenggarakan kegiatan webinar untuk kelompok masyarakat/komunitas di wilayah Sumatera dengan tema “Konsep Bisnis Digital: Pemasaran Melalui Facebook, Senin (5/8/2022).
Webinar tersebut dihadiri lebih dari 1.300 orang; menghadirkan Fajria Fatmasari, Kepala Inkubator Bisnis Politeknik APP Jakarta & Praktisi Literasi Digital; Pradipta Nugrahanto, CEO & Co-founder Paberik Soeara Rakjat; dan Tio Prasetyo, Chief Business Officer Paberik Soeara Rakjat, sebagai narasumber.
Advertisement
Dalam webinar tersebut, Fajria Fatmasari membahas mengenai pemasaran melalui Facebook ditinjau dari perspektif kecakapan digital. Ia menjelaskan, pemasaran Facebook dapat membantu pelaku usaha dalam meningkatkan brand awareness, engagement rate, traffic website, serta conversi.
"Ada lima strategi memulai Facebook marketing. Pertama, kenali target pasar Anda. Kedua, buat konten yang menarik. Ketiga, jadwalkan postingan dengan baik dan teratur. Keempat, tentukan budget. Dan terakhir, bangun komunikasi dengan viewer," papar Fajria Fatmasari.
Pradipta Nugrahanto memperkaya pembahasan mengenai pemasaran melalui facebook ditinjau dari perspektif etis digital. Menurut dia, esensi dari pemasaran adalah bagaimana kita berkomunikasi dan menyampaikan informasi kepada pelanggan.
"Pemasaran pun tetap harus menggunakan etika. Tiga tips etika pemasaran yang perlu kita ketahui. Pertama, jangan membuat konten pemasaran yang menyerang produk lain. Kedua, hindari menggunakan kalimat yang dapat menimbulkan misleading. Terakhir, selalu hargai hak privasi konsumen," ujar Pradipta Nugrahanto.
Tips Keamanan
Tio Prasetyo melengkapi pembahasan mengenai pemasaran melalui Facebook ditinjau dari perspektif pilar aman digital. Ia memberikan tiga tips aman bermedia digital.
"Pertama, amankan data personal perusahaan. Kedua, selalu menggunakan watermark setiap membuat konten pemasaran. Terakhir, aktifkan password dengan kombinasi yang tidak familiar dengan kehidupan kita," papar Tio Prasetyo.