Berkebun Menghilangkan Penat

Kebun Wisata Pasirmukti menyediakan wisata alam dengan berkebun, memancing, berkemah, hingga membuat sirup lemon chuy. Awalnya, pemilik kebun hanya menyalurkan hobinya bercocok tanam.

oleh Liputan6Diterbitkan 01 Maret 2003, 08:36 WIB
Liputan6.com, Bogor: Bagi petani di pedesaan, berkebun mungkin "makanan" sehari-hari. Boleh jadi bukan hal luar biasa. Sebaliknya, bagi para pekerja kantoran di kota-kota besar, keseharian para petani itu justru bisa menghilangkan kepenatan. Rupanya ide itulah yang mengawali bisnis agrowisata Kebun Wisata Pasirmukti di Citeureup, Bogor, Jawa Barat.

Kawasan Citeureup bisa ditempuh dari Jakarta dalam waktu sekitar 45 menit. Menjelang lokasi Kebun Wisata Pasirmukti, pengunjung sudah merasakan suasana kehidupan desa yang bersahaja dan udara yang masih segar. Setibanya di lokasi, pengunjung bisa langsung membeli tiket di sebuah loket. Setelah melewati lobi, pengunjung langsung memasuki areal kebun rambutan.

Jika kebetulan datang saat musimnya, pengunjung bisa memetik buah rambutan langsung dari pohon. Sepuasnya. Biasanya buah pada batang rendah sudah habis diambil pengunjung yang datang lebih awal. Tapi jangan khawatir, di sana sudah terdapat beberapa petugas yang siap membantu pelancong memetik rambutan yang masih banyak bergelantungan di dahan yang tinggi.

Dari sana, terlihat sebuah tempat lebih tinggi yang disebut Viewing Point. Sesuai namanya, dari tempat ini pelancong bisa melihat semua areal kebun seluas 50 hektare itu, seperti kolam pancing ikan, bentangan sawah, dan lapangan. Sedikit ke bawah dari Viewing Point, terdapat areal disebut Tumbulapot. Nama tersebut adalah kependekan dari tanaman buah dalam pot. Seperti namanya, areal ini dipenuhi dengan puluhan pohon buah yang ditanam dalam pot.

Keuntungan menanam pohon dalam pot yaitu tumbuhan tak akan tumbuh besar. Ini bisa dijadikan alternatif bagi mereka yang ingin menanam pohon buah namun tak memiliki lahan luas. Jenis buah yang ditanam di Kebun Wisata Pasirmukti di antaranya jeruk emily. Konon spesies ini berasal dari Taiwan atau Jepang. Tak jauh dari sana, terdapat kolam pancing ikan. Di sini para pengunjung bisa memancing dengan menggunakan alat pancing yang disewakan pengelola. Bagi mereka yang belum pernah memancing, petugas di sana siap membimbing pengunjung.

Di kebun wisata juga tersedia areal perkemahan yang bisa dicapai setelah melewati bentangan sawah yang cukup luas. Di lokasi perkemahan, terdapat banyak pohon rindang, sehingga tempat ini menjadi teduh. Para pengunjung dipersilakan untuk membawa sendiri tenda dari rumah. Namun, pengelola juga menyediakan tenda sewaan. Di sekitar arena berkemah, terdapat lapangan luas. Di tanah lapang itu terlihat beberapa pengunjung yang tengah bermain layang-layang.

Kebun Wisata Pasirmukti tak cuma memiliki kebun dan sawah. Di sana juga terdapat tempat pembuatan sirup lemon chuy. Para pengunjung dapat mempelajari cara membuat sirup mulai dari pemilihan buah hingga proses akhir.

Pada waktu-waktu tertentu pengelola menawarkan berbagai paket wisata. Pada saat Ramadan, misalnya. Kebun menyediakan paket Ma Sya`bu, kependekan dari mancing, salat, dan berbuka puasa. Dengan harga tiket yang relatif murah pengunjung bisa ngabuburit dengan memancing sampai menyantap hidangan buka puasa. Pengelola juga sempat menyelenggarakan Paket Wisata Tani. Paket yang dipenuhi dengan program pendidikan ini ditujukan untuk anak-anak.

Awalnya, kebun ini bukan dibangun untuk dijadikan tempat wisata. Saat itu, Lily Turagan, sang pemilik, memakai kebun tersebut untuk menyalurkan hobi bertanam, di antaranya berbudidaya anggrek. Dengan berlalunya waktu, lahan itu dipenuhi dengan tanaman hias, buah-buahan tropis, kolam ikan, bahkan kolam bebek, hingga sawah.

Selanjutnya, rekan dan kerabat Lily mulai berdatangan hanya sekadar melihat buah tangannya. Namun, ternyata kunjungan kerabat dan teman itu menjalar ke kelompok remaja yang ingin belajar agrikultur. Akhirnya, pada April 2002 wanita asal Minahasa, Sulawesi Utara itu meresmikan kebunnya menjadi tempat wisata [baca: Rekreasi Sambil Bertani Bersama Wisata Pasirmukti].(ZAQ/Sella Wangkar dan Binsar Rahardian)

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya