Liputan6.com, Jakarta - Eusebio Acasuzo sudah membayar kepercayaan meski memiliki banyak permintaan tak rasional. Namun, sosok berkebangsaan Peru ini akhirnya melakukan kesalahan hingga akhirnya tidak lagi dipercaya membela tim nasional.
Tuntutan pertama Acasuzo adalah mendapat bayaran lebih banyak setiap kali tampil membela negara.
Advertisement
Selain itu, dia juga ingin berlatih terpisah. Acasuzo memilih mempersiapkan diri bersama rekan seklubnya kala itu, Bolivar, asal Bolivia, ketimbang dengan kompatriot.
Federasi Sepak Bola Peru dan tim kepelatihan timnas semula tidak keberatan dengan syarat-syarat tersebut. Pasalnya, Acasuzo tampil solid di bawah mistar gawang.
Dia hanya kebobolan empat kali dalam enam laga fase grup kualifikasi Piala Dunia 1986 zona CONMEBOL. Catatan itu merupakan yang terbaik, mengalahkan Argentina yang difavoritkan dan memuncaki klasemen.
Meski harus merelakan tiket otomatis ke Negeri Tango, Peru menduduki peringkat dua sehingga melaju ke play-off. Mereka bersaing melawan tiga negara lain memperebutkan satu tempat tersisa.
Peru dipasangkan dengan Chile dengan kompetisi menggunakan sistem kandang dan tandang. Acasuzo diharapkan bisa kembali bersinar dan mempersembahkan kemenangan.
* Fakta atau Hoaks? Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor Cek Fakta Liputan6.com 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.
Menunggu 36 Tahun
Sayang harapan tidak terpenuhi. Acasuzo tidak lagi memiliki fisik dan kebugaran ideal, ditenggarai karena jarang berlatih. Dia sudah memungut bola dari dalam gawang hasil tendangan pertama lawan yang berstatus tuan rumah.
Acasuzo kembali dengan mudah kebobolan dua kali dalam waktu berdekatan. Peru pun tertinggal 0-3 saat laga baru berusia 15 menit.
Pelatih Roberto Challe marah besar. Dia menarik Acasuzo keluar dan memasukkan Ramon Quiroga. Peru akhirnya takluk 2-4 di laga tersebut. Kekalahan ini begitu merusak moral sehingga mereka kembali takluk 0-1 pada leg kedua.
Acasuzo tidak pernah lagi membela timnas sejak partai petaka tersebut. Bersama rekan senegara, dia harus merasakan paceklik panjang Peru di Piala Dunia setelah sebelumnya lolos tiga kali dalam empat turnamen terakhir. Peru harus menunggu 36 tahun sampai akhirnya kembali berpartisipasi tahun 2018 di Rusia.