Ratusan Prajurit Kostrad Akan Dikirim ke Ambon

Seluruh prajurit hanya bertugas meningkatkan stabilitas keamanan di Ambon. Menurut KSAD, pengiriman pasukan ini bukan berarti situasi keamanan di Ambon dinilai belum kondusif.

oleh Liputan6Diterbitkan 27 Februari 2003, 07:04 WIB
Liputan6.com, Malang: Kota Ambon, Maluku, belum kembali normal seperti dahulu kala. Keamanan di sana masih berubah terus dari waktu ke waktu. Dalam rangka memelihara keamanan dan meningkatkan stabilitas di Negeri Seribu Pulau itulah, Komando Cadangan Strategis TNI Angkatan Darat mengirim 700 prajurit dari Batalyon Artileri Pertahanan Udara RI II Kostrad Malang ke daerah pascakonflik di Ambon. Langkah ini bukan berarti situasi di sana belum kondusif, namun hanya mempertahankan keamanan yang sudah berlangsung selama ini. "Jadi, jangan sampai sudah aman, nanti ada provokator, [lantas] berkelahi lagi," kata Kepala Staf TNI AD Jenderal TNI Ryamizard Ryacudu, saat meninjau kesiapan ke-700 tentara yang akan ditugaskan ke Ambon.

Ryamizard menegaskan, ke-700 tentara yang bakal diberangkatkan awal Maret mendatang itu hanya bertugas meningkatkan stabilitas keamanan yang sudah ada. Namun demikian, segala bentuk disintegrasi terhadap NKRI tak boleh ditolerir sama sekali. Ratusan prajurit tersebut dipastikan akan terus bertambah, karena pemberangkatan pasukan pengamanan ke Ambon juga akan melibatkan personel Batalyon Artileri Pertahanan Udara Sidoarjo.

Niat senada pun pernah dikumandangkan Pejabat Gubernur Maluku Sinyo Hari Sarundajang, yang baru memulai tugasnya di Ambon. Dia mengimbau masyarakat setempat supaya tak kembali berbuat hal-hal yang merugikan diri sendiri [baca: Pejabat Gubernur Maluku Bertekad Memulihkan Keamanan]. Sebab sejumlah persoalan masih menanti buat dituntaskan. Misalnya soal pengungsi, rehabilitasi rumah, hingga perbaikan mental masyarakat.

Beberapa waktu sebelum Sinyo didaulat, kawasan Maluku sempat memanas. Pertikaian antarwarga Desa Asilulu dan Ureng di Kecamatan Leihitu, Maluku Tengah, mengakibatkan tiga orang tewas [baca: Bentrokan Antardesa di Maluku, Tiga Tewas]. Selain itu, 18 orang dilaporkan luka-luka dan 25 rumah hangus terbakar.(BMI/Noor Ramadhan)

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya