Liputan6.com, Manado: Ratusan pengungsi asal Maluku Utara di Manado, Sulawesi Utara, berunjuk rasa di Kantor Gubernur Sulut, Selasa (26/2). Para pengunjuk rasa saling dorong mendorong dengan aparat kepolisian karena tidak sabar menunggu kedatangan Gubernur Adolf Jouke Sondakh. Sebagian massa memaksa menerobos masuk ke kantor gubernur.
Massa yang didominasi kaum wanita ini berniat menanyakan penyaluran dana terminasi yang dianggap tidak wajar. Mereka mendesak dana Rp 29 miliar yang dikucurkan untuk pengungsi segera dibagikan. Rincian dana tersebut yakni Rp 3,5 juta uang saku ditambah Rp 5,5 juta untuk dana pembangunan rumah per kepala keluarga.
Pada kenyataannya, para pengungsi tidak menerima uang, melainkan berbentuk barang yang nilainya tidak sebanding dengan nilai rupiah yang dijanjikan. Wakil Kepala Kantor Dinas Sosial setempat Lona Lengkong menegaskan sesuai kebijakan Menteri Sosial Bachtiar Chamsyah, dana terminasi disalurkan dalam bentuk barang.(COK/Aldrien Arief)
Massa yang didominasi kaum wanita ini berniat menanyakan penyaluran dana terminasi yang dianggap tidak wajar. Mereka mendesak dana Rp 29 miliar yang dikucurkan untuk pengungsi segera dibagikan. Rincian dana tersebut yakni Rp 3,5 juta uang saku ditambah Rp 5,5 juta untuk dana pembangunan rumah per kepala keluarga.
Pada kenyataannya, para pengungsi tidak menerima uang, melainkan berbentuk barang yang nilainya tidak sebanding dengan nilai rupiah yang dijanjikan. Wakil Kepala Kantor Dinas Sosial setempat Lona Lengkong menegaskan sesuai kebijakan Menteri Sosial Bachtiar Chamsyah, dana terminasi disalurkan dalam bentuk barang.(COK/Aldrien Arief)