Setelah Menang di Swiss, Petinju Indonesia Hebi Marapu Incar Sabuk Juara di Thailand

Selain Hebi Marapu, dua petinju Indonesia lain, Jon Jon Jet dan Ilham Leoisa, juga akan naik ring sebagai partai tambahan dalam gelaran Pattaya Fight Night.

oleh Marco TampubolonDiterbitkan 05 Juli 2022, 00:01 WIB
Hebi Marapu melakukan latih tanding melawan James Mokoginta sebagai persiapan menuju pertarungan di Pattaya. (Istimewa)

Liputan6.com, Jakarta Petinju Indonesia, Hebi Marapu, kembali naik ring. Setelah sukses merebut kemenangan di Swiss, pria asal Sumba Barat, Nusa Tenggara Timur itu membidik sabuk juara kelas ringan WBC Asia Continental saat bertemu Pipat Chaiporn asal Thailand di Max MuayThai Stadium, Pattaya, pada 8 Juli mendatang.

Selain Hebi, dua petinju Indonesia lain, Jon Jon Jet dan Ilham Leoisa, juga akan naik ring sebagai partai tambahan dalam gelaran Pattaya Fight Night. Jon akan bertarung menghadapi petinju tuan rumah Surat Eaim Ong, sementara Ilham bertemu Nuttanit Sungseavee setelah hampir tiga tahun absen dari ring. Rangkaian duel ini adalah kolaborasi antara XBC Sportech dan Evolution Fight Series.

CEO XBC Sportech Urgyen Rinchen Sim mengatakan gelaran Pattaya Fight Night akan berlangsung seru karena mempertemukan petinju-petinju tangguh. "Pipat adalah mantan juara IBF Asia dan Pan-Pacific kelas super bantam. Jadi Hebi akan menghadapi lawan tangguh. Hal tersebut memang sengaja kami lakukan karena kami ingin Hebi Marapu siap untuk melangkah ke jenjang yang lebih tinggi dan kami optimis dia mampu melakukannya,” ujar Sim dalam rilis yang diterima Liputan6.com, Senin (4/7).

Gelaran Pattaya Fight Night tidak hanya memperebutkan satu gelar saja. Sebagai pendamping partai utama, petinju Prancis Emmeric Dewaele akan menghadapi Thoedsak Sinam untuk memperebutkan sabuk juara WBA Asia kelas menengah super. Selain itu, gelar juara WBC Asia Continental kelas bulu akan diperebutkan oleh Nort Beauchamp dan Chaiwat Buatkrathok. Sementara partai tambahan lainnya akan mempertemukan Hamzah Farouk asal Singapura kontra Tongthep Taeyawong di kelas bulu super.

"Emmeric, Nort, dan Hamzah juga merupakan talenta di bawah naungan XBC Sportech bersama mitra strategis kami, yaitu Evolution Fight Series dari Thailand dan Golden Glove Asia Promotions dari Singapura. Dengan kerja sama dengan mitra dari negara lain, kami yakin petinju Indonesia bisa belajar banyak hal dari petinju negara lain sehingga kemampuan mereka meningkat,” kata Sim lagi.

 


Menang di Swiss

Hebi Marapu melakukan latih tanding dengan petinju dari Navas Boxing Camp untuk mempersiapkan diri dalam menghadapi pertarungan di Pattaya. (Istimewa)

Seperti diketahui, April lalu Hebi Marapu berhasil menang TKO melawan petinju Italia, Nicola Cippoletta pada pertarungan non gelar kelas ringan (61kg)  di Boxen Statt Theater, Bern, Swiss. Wasit terpaksa menghentikan duel pada ronde kedua setelah kombinasi pukulan Hebi membuat lawan tak berkutik.

Lanjut Baca:

Ini sekaligus menjadi comeback gemilang Hebi setelah di laga sebelumnya sempat kalah melawan mendiang Hero Tito. Dalam laga yang berlangsung di Balai Sarbini itu, Hebi dinyatakan kalah angka.  Sebagai petinju profesional, Hebi pernah menyandang gelar juara WBC Asian Boxing Council Silver kelas ringan. Dia merebut sabuk ini pada tahun 2018 lalu usai memukul KO petinju Thailand, Phutthiphong Rakoon pada ronde kesembilan di Cilandak Town Square, Jakarta.   

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya