Perusahaan Ini Tawarkan Solusi Penyimpanan Berpendingin Portabel, Seperti Apa?

Dia mengaku pihaknya membutuhkan penyimpanan berpendingain untuk produk-produk mereka baik pangan maupun non pangan.

oleh Liputan6.comDiperbarui 28 Juni 2022, 07:42 WIB
PT DS Solutions International menggelar soft opening portable cold storage. (Ist).

Liputan6.com, Jakarta - PT DS Solutions International menggelar soft opening portable cold storage untuk memperluas jangkauan konsumen, khususnya pada sektor penyimpanan berpendingin.

Nantinya penyimpanan berpendingin portabel ini akan dikelola PT Perusahaan Perdagangan Indonesia (PPI) melalui anak perusahaannya yaitu PT BGR Logistik Indonesia (BGRLI).

"Kita menyambut baik acara yang digelar PT DS Solutions International ini. Dengan selesainya seluruh tahapan instalasi ini maka kami akan dapat segera mengelola dan memasarkan fasilitas portable cold storage ini untuk mendukung mitra bisnis kami," ujar Budi Susanto, Direktur Utama PT PPI, Senin (27/6/2022). 

Dia mengaku pihaknya membutuhkan penyimpanan berpendingain untuk produk-produk mereka, baik pangan maupun non pangan.

Portable cold storage di Kelapa Gading Jakarta ini seluas 5.000 M2 dengan 16 unit portable cold storage yang dibagi menjadi 3 chamber besar dengan suhu yang dapat mencapai -40°C. M asing-masing telah dilengkapi dengan Anteroom.

"Fasilitas portable cold storage ini sudah dilengkapi dengan berbagai macam sertifikasi international dan dapat dipergunakan untuk berbagai macam keperluan seperti industri perikanan, pertanian, farmasi dan lainnya," sambungnya. 

Perwakilan

Selain Direktur Utama PT BGR Logistik Indonesia Budi Susanto, hadir pada soft opening tersebut sejumlah perwakilan yaitu, Direktur Jenderal Penguatan Daya Saing Produk Kelautan dan Perikanan Kementerian Kelautan dan Perikanan Artati Widiarti.

Selain itu hadir pula Direktur Komersial & Pengembangan PT PPI Andry Tanudjaja, Direktur Komersial & Operasi PT. BGR Logistik Indonesia Syailendra, Direksi maupun perwakilannya dari ID Food Group.

Infografis yang menyebut bahwa delirium merupakan gejala baru dari COVID-19, penyakit yang disebabkan Virus Corona SARS-CoV-2, tersebar di media sosial dan grup WhatsApp. (Sumber: Istimewa)

POPULER

    Berita Terkini Selengkapnya