Roberto Baggio akhirnya meninggalkan kursi Direktur Teknik Timnas Italia, Rabu (23/1). Keputusannya ini diambil setelah dirinya berselisih dengan Federasi Sepak Bola Italia (FIGC) dan merasa tak bisa melakukan tugasnya dengan bebas. Baggio ditunjuk sebagai direktur teknik setelah kegagalan Italia di Piala Dunia 2010.
Tugasnya yaitu mengembalikan pamor Italia dan krisis pemain muda yang menimpa "Gli Azurri". Tapi seiring waktu berjalan, pria berusia 45 tahun ini merasa dirinyaa diacuhkan.
"Saya sempat mempresentasikan proyek saya di Desember 2011,900 halaman, tapi tak ada tanggapan. Saya tak suka hanya duduk-duduk saja di kursi, saya ingin bekerja. Karena itu, saya memutuskan untuk pergi," katanya.
Belum ada tanggapan dari FIGC terkait mundurnya Baggio ini. Namun, ini sepertinya belum memengaruhi Cesare Prandeli untuk menyiapkan skuat terbaik menuju Piala Dunia 2014. Baggio sendiri merasa suaranya seperti tak didengarkan dan keberadaannya tidak ada arti apa-apa.
"Sebagai penanggungjawab teknis, bagaimana mungkin saya tak punya hak suara di pertemuan FIGC. Saya juga tak perlu menghadiri pertemuan yang tak ada hubungannya dengan kerja saya. FIGC sudah menganggarkan 10 juta euro untuk proyek saya, tapi sampai sekarang, saya belum menerima uang tersebut. Semuanya masih di kertas saja," pungkasnya, geram. (Football Italia/Reuters)
Advertisement