Liputan6.com, London - Manchester City dan Liverpool melanjutkan rivalitas. Mereka bakal berduel pada semifinal Piala FA 2021/2022 di Wembley, Sabtu (16/4/2022).
Kedua tim baru saja mengamankan tiket 4 besar Liga Champions setelah berduel sengit pada persaingan Liga Inggris pekan lalu. Sempat memimpin dua kali, The Citizens harus puas bermain 2-2 di partai tersebut. Hasil ini tidak mengubah posisi mereka sebagai kandidat terkuat penguasa takhta.
Advertisement
Kini Man City dan Liverpool bertarung di Piala FA. Hasil duel nanti pun menentukan keberhasilan mengoleksi trofi. Manchester City berpeluang menjadi treble winners, dengan Liverpool membidik status quadruple winners usai menguasai Piala Liga Inggris.
The Citizens melewati jalan mudah pada perjalanan menuju Wembley. Mereka dinaungi dewi fortuna dan hanya dipasangkan melawan Swindon Town, Fulham, Peterborough United, hingga Southampton.
Masalahnya, Man City punya kenangan pahit di Piala FA. Mereka tersingkir di semifinal pada dua musim teranyar.
Liverpool berpotensi besar melanjutkan kutukan rival di semifinal kompetisi sepak bola tertua dunia tersebut. Apalagi The Reds menyimpan tenaga pada duel kontra Benfica beberapa hari lalu.
Keunggulan 3-1 hasil leg pertama mendorong Jurgen Klopp untuk melakukan tujuh perubahan di tim. Meski sempat khawatir, klub Merseyside itu tetap sukses menunaikan misi melangkah ke babak berikut.
Di Piala FA, langkah Liverpool juga tergolong ringan. Mereka menyisihkan Shrewsbury Town, Cardiff City, Norwich City, dan Nottingham Forest demi mencapai semifinal pertama sejak 2014/2015. Mereka tentu tidak mau berhenti sampai di situ.
Kondisi Tim
Manchester City menjalani perang melawan Atletico Madrid di Liga Champions. Kepala Phil Foden harus diperban dengan Kyle Walker dan Kevin De Bruyne terkena cedera engkel. Kedua nama terakhir pun diragukan bisa tampil di Wembley.
Pep Guardiola menyebut kondisi ini membuat pihaknya dalam kesulitan jelang menghadapi Liverpool. Setidaknya kebugaran Ruben Dias sudah membaik dan Gabriel Jesus bisa merumput.
Kehadiran Dias membuka peluang terjadinya perubahandi belakang. John Stones bisa digeser ke kanan untuk mengisi lubang yang ditinggalkan Walker. Opsi lain adalah mempercayakan sektor itu ke Joao Cancelo dengan Nathan Ake atau Oleksandr Zinchenko bermain di kiri.