Mobilitas Penduduk Capai Titik Tertinggi, Satgas Covid-19 Ingatkan Protokol Kesehatan

Sinyal pulihnya aktivitas masyarakat Indonesia ditangkap Satuan Tugas Penanganan Covid-19. Juru bicara Satgas Covid-19, Wiku Adisasmito menuturkan, titik mobilitas masyarakat Indonesia sudah mencapai yang tertinggi sejak awal pandemi Covid-19.

oleh Luthfie FebriantoDiperbarui 06 April 2022, 10:17 WIB
Sejumlah orang berjalan di trotoar pada saat jam pulang kantor di Kawasan Sudirman, Jakarta, Senin (8/6/2020). Aktivitas perkantoran dimulai kembali pada pekan kedua penerapan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) transisi pandemi COVID-19. (Liputan6.com/Johan Tallo)

Liputan6.com, Jakarta Sinyal pulihnya aktivitas masyarakat Indonesia ditangkap Satuan Tugas Penanganan Covid-19. Juru bicara Satgas Covid-19, Wiku Adisasmito menuturkan, titik mobilitas masyarakat Indonesia sudah mencapai yang tertinggi sejak awal pandemi Covid-19.

"Bahkan mencapai titik (mobilitas) tertinggi sejak awal pandemi," beber Juru Bicara Satuan Tugas Penanganan Covid-19, Wiku Adisasmito dalam konferensi pers yang disiarkan melalui YouTube Sekretariat Presiden, Selasa (4/4/2022).

Wiku menambahkan, data tersebut diperoleh dari Google Mobility hingga 30 Maret 2022. Data itu menunjukkan peningkatan tajam mobilitas penduduk terjadi pada taman, toko bahan makanan, tempat retail dan rekreasi.

Menurutnya, hal itu berarti mobilitas warga perlahan pulih. Hanya saja, ia memperingatkan masyarakat agar tetap menjaga protokol kesehatan dengan ketat.

"Tentunya kita perlu menjaga agar segala aktivitas masyarakat yang bertahap menuju normal tetap aman dari potensi penularan Covid-19," katanya.

 


Upaya Penegakan

Seorang pria menerima dosis vaksin booster COVID-19 Pfizer di Surabaya, Jawa Timur, Kamis (13/1/2022). (JUNI KRISWANTO/AFP)

Lebih lanjut, Wiku juga mengatakan, Satgas akan melakukan penegakan protokol kesehatan. Beberapa usaha yang akan dilakukan antara lain pembagian masker, hand sanitizer, dan sabun cuci tangan ke masjid-masjid.

"Untuk mencegah potensi timbulnya klaster kasus baru (Covid-19)," katanya.


Jangan Diabaikan

Sementara itu, Wiku mengingatkan, protokol kesehatan penting diterapkan di tengah relaksasi aktivitas masyarakat selama bulan Ramadan. Dia menekankan, melandainya kasus Covid-19, bukan menandakan Indonesia bebas dari pandemi.

"Sehingga sikap hati-hati namun tetap tenang harus terus ditanamkan," tuturnya.


Infografis Covid-19

Infografis Ayo Jadikan 2022 Tahun Terakhir Indonesia dalam Masa Pandemi Covid-19. (Liputan6.com/Abdillah)

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya