Anak-anak Jangan Dibiarkan Bermain Air Banjir

Saat banjir tiba, anak-anak senang mandi dengan air banjir. Padahal daya tahan tubuh anak-anak rentan terserang infeksi. Sebaiknya, orangtua meminta anak-anaknya agar tidak bermain air banjir.

oleh Liputan6Diterbitkan 17 Januari 2013, 12:21 WIB
Saat banjir tiba, anak-anak senang mandi dengan air banjir. Padahal daya tahan tubuh anak-anak rentan terserang infeksi. Sebaiknya, orangtua meminta anak-anaknya agar tidak bermain air banjir.

"Kondisi itu bisa memperburuk keadaan. Anak jangan main air banjir karena banyak risikonya," kata Spesialis Penyakit Dalam dr Ari Fahrial Syam SpPD-KGEH., MMB, saat dihubungi liputan6.com, Jakarta, Kamis (17/1/2013).

dr Ari mencontohkan, saat banjir bisa saja ular ada di bawah air, termasuk binatang-binatang lainnya yang tak diduga-duga. Termasuk beling-beling yang bisa menyebabkan anak-anak terluka.

"Yang terpenting, hindari trauma. Kalau memungkinkan gunakan sepatu boot, jangan menyeker," tambahnya.

Menurutnya, anak-anak dan orang tua lah juga yang paling berisiko memiliki daya tahan tubuh yang rendah. Dengan membiarkan anak-anak bermain dalam lingkungan yang tidak dijamin kebersihannya, orang tua dan anak-anak berisiko besar terjangkit berbagai jenis penyakit.

Ada berbagai penyakit yang mengancam korban saat banjir terjadi dan setelah banjir. Saat banjir, seseorang bisa rentan terkena:
  • Influenza
  • ISPA (Infeksi Saluran Pernapasan Atas)
  • DIare
  • Masalah pencernaan
  • Dan saat banjir sudah surut, korban bisa terancam penyakit leptospirosis yang disebabkan air kencing tikus. Leptospirosis adalah penyakit yang disebabkan oleh infeksi bakteri Leptospira berbentuk spiral yang menyerang hewan dan manusia dan dapat hidup di air tawar selama lebih kurang 1 bulan.
  • Penyakit demam berdarah dengue (DBD) juga rawan terjadi.
  • Demam tifoid (penyakit tipes/tifus)
  • Serta hepatitis A.
(Mel/Igw)

POPULER

    Berita Terkini Selengkapnya