Profil Pratama Arhan, Anak Blora yang Hijrah ke Liga Jepang

Profil Pratama Arhan, bintang Timnas Indonesia yang merumput bersama klub J2-League, Tokyo Verdy

oleh Dzaky NurcahyoDiterbitkan 17 Februari 2022, 00:03 WIB
6 Transformasi Pratama Arhan dari Kecil Hingga Jadi Pemain Tokyo Verdy (sumber: IG/pratamaarhan8)

Liputan6.com, Jakarta - Pemain Timnas Indonesia, Pratama Arhan, resmi melebarkan sayapnya ke Liga Jepang. Arhan bakal memperkuat kontestan J2-League, Tokyo Verdy musim ini.

“Bersama ini kami umumkan kepastian bergabungnya Pratama Arhan dari PSIS Semarang dengan status permanen,” rilis Tokyo Verdy seperti dilansir dari laman resmi klub.

Kepastian Arhan membela klub asal Tokyo ini turut menjadikannya sebagai pemain Indonesia keempat yang merumput di Liga Jepang. Sebelumnya, ada nama Ricky Yakobi yang pernah membela Gamba Osaka dan Irfan Bachdim serta Stefano Lilipaly yang memperkuat Consadole Sapporo.

Selain itu, kedatangan Arhan ke Tokyo Verdy juga menjadikannya sebagai pemain Asia Tenggara pertama yang membela klub ini. Maklum, Tokyo Verdy lebih sering mendatangkan pemain asing asal Amerika Latin atau Afrika di musim sebelumnya.

Bila semua berjalan lancar, Arhan sendiri akan memperkuat Tokyo Verdy pekan ini. Pasalnya, J2-League musim 2022/23 bakal mulai bergulir pada 19 Februari 2022 mendatang.


Berasal dari Keluarga Sederhana

6 Transformasi Pratama Arhan dari Kecil Hingga Jadi Pemain Tokyo Verdy (sumber: FB Arhan Sikidal Terangbangsa)

Arhan lahir di Blora pada 21 Desember 2001 dari pasangan Sutrisno dan Surati. Arhan kecil dibesarkan di Desa Sidomulyo, Kecamatan Banjarejo atau sekitar 17 km dari pusat Kota Blora.

Arhan sendiri mulai gemar mengolah si kulit bundar sejak belia. Ia terinspirasi dari sang kakak yang kerap berlatih di Sekolah Sepak Bola (SSB).

Alhasil, ketika menduduki bangku sekolah dasar, Arhan mulai mengikuti jejak sang kakak untuk menimba ilmu di SSB. Tercatat, SSB Putra Mustika menjadi perjalanan awal Arhan sebelum sesukses sekarang, Ia mulai aktif mengasah kemampuannya tersebut sejak berusia 7 tahun.

Namun, karena kedua orang tuanya bukan berasal dari keluarga berada, Arhan kerap kesulitan memenuhi kebutuhannya dalam bermain sepak bola. Sehingga, Sang Ibu dengan sukarela menjadi pedagang sayur keliling guna menambah pemasukkannya demi membiayai Arhan.

Arhan yang mengetahui pengorbanan besar Sang Ibu, tak pernah menyia-nyiakan kesempatannya dalam berlatih. Ia diketahui selalu hadir disetiap latihan meski cuaca tidak mendukung. Sehingga, mental serta tekad Arhan untuk menebus pengorbanan Sang Ibu dengan menjadi pemain sepak bola sudah tertanam sejak dini.

Lanjut Baca:

Usai dinyatakan lulus dari bangku sekolah dasar, Arhan mencoba peruntungan untuk pergi ke Semarang. Ia mencoba mengikuti tes masuk di Terang Bangsa dan melanjutkan pendidikannya di sana. Bersama Terang Bangsa, karier Arhan pun mulai terlihat signifikan. Tim pemandu bakat PSIS Semarang pun melirik kemampuan Arhan yang lihai mengolah bola. Alhasil, sebelum usianya genap 20 tahun, Arhan sudah diajak bergabung untuk memperkuat PSIS Semarang. Waktu itu, Arhan memperkuat PSIS Semarang U-18 dan dilanjutkan membela PSIS Semarang U-20 karena bakat alamiahnya. Karier Arhan mulai moncer kala dipromosikan PSIS Semarang ke skuad utama di ajang Piala Menpora 2021. Daya jelajah Arhan sebagai bek sayap PSIS Semarang menjadi kunci Laskar Mahesa Jenar untuk keluar sebagai juara Grup A Piala Menpora 2021. Walau pada akhirnya PSIS Semarang harus tersingkir di babak 8 besar, tetapi permainan Arhan mulai diperhitungkan oleh tim-tim besar. Kekuatannya dalam membantu pertahanan sekaligus penyerangan menjadikan Arhan sebagai bek sayap modern. Selain itu, berkat kemampuan lemparan ke dalam yang dimiliki, Arhan dinobatkan sebagai pemain muda terbaik di ajang ini. Ia mengalahkan Alif Jaelani (Barito Putera) dan Saddam Emiruddin Gaffar (PS Sleman).

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya