Pengembangan teknologi karbon terus dikembangkan di laboratorium. Pengembangan tersebut dilakukan untuk mendapatkan berbagai kegunaan dari kekuatan karbon secara efisien.
Ahli kimia dan ahli teknologi nano dari Rice University telah menjadi sebuah tim pertama yang berhasil membuat benang dengan bahan karbon nanotube. Benang yang bisa dibuat dengan panjang ratusan meter ini sangat tipis, tapi sangat kuat.
Dikutip dari Extremetech, Selasa (15/1/2013), benang karbon nanotube (CNT) ini memiliki ketipisan seperti rambut manusia.
Meski tipis, benang karbon ini memiliki sifat konduktor layaknya logam. Selain itu, benang ini juga memiliki kekuatan setara dengan serat karbon.
Pembuatan benang Rice dibuat menggunakan metode basah, yakni gumpalan nanotube yang direndam dengan asam chlorosulfonic. Kemudian, benang itu akan 'dicetak' di lubang kecil untuk membuatnya menjadi karbon nanotube panjang.
Metode pembuatan Rice disebutkan menyerupai pembuatan serat aramid yang digunakan pada Kevlar (rompi anti-peluru). Benang panjang nanotube juga memiliki konduktivitas listrik sebanding dengan empat kali lipat dari alumunium dan dua puluh kali lipat dari tembaga.
Para penelitinya memperkirakan benang tersebut bisa digunakan sebagai bahan pakaian cerdas berbahan bakar atau tekstil digital lainnya.
Ingin melihat kekuatan dari nanotube Rice? Lihat saja videonya. (DEN/GAL)
Ahli kimia dan ahli teknologi nano dari Rice University telah menjadi sebuah tim pertama yang berhasil membuat benang dengan bahan karbon nanotube. Benang yang bisa dibuat dengan panjang ratusan meter ini sangat tipis, tapi sangat kuat.
Dikutip dari Extremetech, Selasa (15/1/2013), benang karbon nanotube (CNT) ini memiliki ketipisan seperti rambut manusia.
Meski tipis, benang karbon ini memiliki sifat konduktor layaknya logam. Selain itu, benang ini juga memiliki kekuatan setara dengan serat karbon.
Pembuatan benang Rice dibuat menggunakan metode basah, yakni gumpalan nanotube yang direndam dengan asam chlorosulfonic. Kemudian, benang itu akan 'dicetak' di lubang kecil untuk membuatnya menjadi karbon nanotube panjang.
Metode pembuatan Rice disebutkan menyerupai pembuatan serat aramid yang digunakan pada Kevlar (rompi anti-peluru). Benang panjang nanotube juga memiliki konduktivitas listrik sebanding dengan empat kali lipat dari alumunium dan dua puluh kali lipat dari tembaga.
Para penelitinya memperkirakan benang tersebut bisa digunakan sebagai bahan pakaian cerdas berbahan bakar atau tekstil digital lainnya.
Ingin melihat kekuatan dari nanotube Rice? Lihat saja videonya. (DEN/GAL)