Garis di dinding menandai tingkat lumpur yang dicapai di dalam rumah sehari setelah lereng bukit yang diguyur hujan runtuh dan membawa gelombang lumpur ke rumah-rumah dan lapangan olahraga, di lingkungan La Gasca di Quito, Ekuador, Rabu (2/2/2022). Sedikitnya 24 orang tewas. (AP Photo/Dolores Ochoa)
Orang-orang bergabung dengan petugas penyelamat untuk mencari korban dalam reruntuhan sehari setelah lereng bukit yang diguyur hujan runtuh dan membawa gelombang lumpur ke rumah dan lapangan olahraga, di lingkungan La Gasca di Quito, Ekuador, Rabu (2/2/2022). (AP Photo/Dolores Ochoa)
Pekerja menyekop lumpur di dalam garasi parkir, sehari setelah lereng bukit yang diguyur hujan runtuh dan membawa gelombang lumpur ke rumah-rumah dan lapangan olahraga, di lingkungan La Gasca di Quito, Ekuador, Rabu (2/2/2022). Tanah longsor menewaskan sedikitnya 24 orang. (AP Photo/Dolores Ochoa)
Petugas pemadam kebakaran bekerja untuk memindahkan kendaraan yang sebagian terkubur dalam lumpur, sehari setelah lereng bukit yang diguyur hujan runtuh dan membawa gelombang lumpur ke rumah dan lapangan olahraga, di lingkungan La Gasca di Quito, Ekuador, Rabu (2/2/2022). (AP Photo/Dolores Ochoa)
Orang-orang bergabung dengan petugas penyelamat untuk mencari korban dalam reruntuhan sehari setelah lereng bukit yang diguyur hujan runtuh dan membawa gelombang lumpur ke rumah dan lapangan olahraga, di lingkungan La Gasca di Quito, Ekuador, Rabu (2/2/2022). (AP Photo/Dolores Ochoa)
Petugas menggunakan ember untuk membuang lumpur sehari setelah lereng bukit yang diguyur hujan runtuh dan membawa gelombang lumpur ke rumah-rumah dan lapangan olahraga, di lingkungan La Gasca di Quito, Ekuador, Rabu (2/2/2022). Tanah longsor menewaskan sedikitnya 24 orang. (AP Photo/Dolores Ochoa)
Petugas penyelamat menemukan satu jenazah sehari setelah lereng bukit yang diguyur hujan runtuh dan membawa gelombang lumpur ke daerah La Gasca di Quito, Ekuador, Rabu (2/2/2022). Tanah longsor tersebut menewaskan sedikitnya 24 orang. (AP Photo/Dolores Ochoa)