Bersama Kamerun, Ghana merupakan negara paling sukses atau meraih gelar juara dengan jumlah terbanyak kedua di kancah Piala Afrika. Tercatat empat kali tim berjuluk The Black Stars atau Bintang Hitam ini merebut trofi. Yaitu pada 1963, 1965, 1978, dan 1982. Dengan demikian, lebih dari 20 tahun, Ghana tak merasakan nikmatnya kembali menjadi yang terbaik di Benua Hitam. Setelah dalam tiga kesempatan, 1986, 1988, dan 1990, gagal lolos ke putaran final, pada pergelaran Piala Afrika edisi yang ke-18 yang berlangsung di Senegal, Januari 1992, Ghana berhasil lolos ke babak pamungkas. Sayang, di babak final yang berlangsung sangat alot, Anthony Yeboah dkk harus mengakui keunggulan Pantai Gading lewat adu penalti yang berjalan maraton (10-11).Delapan belas tahun kemudian, Ghana kembali tampil gemilang dan mengulangi pencapaiannya pada 1992 dengan melaju ke babak final Piala Afrika 2010 yang berlangsung di Angola. Namun, untuk kedua kalinya, Bintang Hitam kembali tersungkur di saat-saat akhir. Gol tunggal striker Mesir, Mohamed Nagy Ismail, lima menit jelang waktu normal berakhir memupus impian Ghana.Setahun yang lalu, Asamoah Gyan dkk secara mengejutkan tumbang di babak semifinal ketika menghadapi tim yang tak diunggulkan: Zambia, yang akhirnya keluar sebagai juara Piala Afrika 2012 yang berlangsung di Gabon dan Equatorial Guinea.Kini, di Afrika Selatan, publik menanti kembali bersinarnya "Bintang Hitam" yang di fase penyisihan tergabung dalam Grup B bersama-sama Mali, Niger, dan Kongo. Dengan bermaterikan sejumlah pemain yang merumput di kompetisi Eropa, semisal Gyan dan muka baru Juventus Kwadwo Asamoah, Ghana berpeluang besar menjadi dua wakil terbaik grup dan, bahkan, diunggulkan melaju ke babak semifinal. (MEG)
Advertisement