Prastawa memang menjadi bintang Aspac pada pertandingan itu dengan perolehan 20 poin, empat "steals" dan satu rebound Bahkan dua kali "steal"-nya di kuarter kedua berhasil membuat pertandingan berjalan ketat dan terjadi susul menyusul angka setelah sebelumnya Pelita membukukan selisih skor yang cukup jauh.
Setelah aksi Prastawa, posisi Aspac di kuarter keempat semakin meyakinkan dengan tembakan tiga angka dari Xaverius dan membukukan skor sementara menjadi 59-55 sebelum mencapai skor akhir di 78-71.
Selama selisih empat poin, permainan cepat terjadi Aspac memperoleh keberuntungan setelah pemain andalan Pelita, Andy "Batam" Pedjakusuma harus keluar karena telah lima kali foul.
Point Guard Pelita Kelly Purwanto tampak kewalahan menghadang Prastawa di kuarter terkahir dan membuat Prastawa yang merupakan pemain debutan pada musim ini kembali berhasil mencetak beberapa poin dan menegaskan keunggulan Aspac 78-71.
Aspac sebenarnya memulai pertandingan dengan ketenagan yang tidak terjaga. Beberapa kali kesalahan dan lubang saat "defense" mereka membuat Kelly dan Ferdinand Damanik berhasil membawa Pelita unggul jauh.
Di kuarter pertama, dua tembakan Kelly membuat Pelita unggul sementara dengan selisih empat angka sebelum dibalas Thoyib melalui "three poin play". "Drive" Kelly beberapa kali merepotkan pertahanan Aspac, ditambah lagi akurasi tembakan Andy Batam yang membawa Pelita unggul sementara dengan skor 30-14.
Ketertinggalan dengan jarak yang jauh tidak membuat Aspac tampil gugup. Di kuarter kedua mereka dapat bermain tenang dan perlahan dapat memperkecil selisih angka. Prastawa di pertengahan kuarter kedua membuat "assist" untuk forward Rizky Effendi sehingga dapat memperkecil ketertinggalan.
Kemudian tembakan tiga angka pemian ,Aspac Xaverius Prabowo berhasil membakar semangat anak-anak