Liputan6.com, Denpasar: Keterangan Tim Investigasi Bom Bali menyebutkan, ada informasi baru soal sosok Iqbal berdasarkan hasil penyelidikan Pusat Laboratorium Forensik Polri. Sebelumnya, polisi yakin Iqbal yang tewas dalam Tragedi Bali adalah Iqbal yang membawa bom ke Paddy`s Cafe. Sedangkan hasil tes Deoxyribonucleic Acid (DNA) menemukan kesamaan antara sampel darah orang tua Iqbal di Malingping, Banten, dengan potongan tubuh yang ditemukan di bangkai Mitsubishi L-300 yang meledak di depan Sari Club. Demikian laporan reporter SCTV dari Denpasar, Sabtu (25/1).
Hasil penemuan polisi ini diperkuat dengan pengakuan Ali Imron yang hanya membawa L-300 yang berisi bom, hingga ke persimpangan dan selanjutnya kendaraan itu dibawa orang lain. Ini berarti kini polisi "mempunyai" dua Iqbal, yaitu Iqbal yang disebut membawa bom dan meninggal di depan Paddy`s Cafe serta Iqbal yang membawa mobil L-300. Bila penelusuran hasil tes DNA benar, kini timbul pertanyaan: Siapa Iqbal yang tewas di depan Paddy`s Cafe, seperti yang disebutkan tersangka Imam Samudra, sebagai pembawa bom ke tempat hiburan itu [baca: Di Rumah Imam Hanya Ditemukan Surat Cinta].
Dari Amerika Serikat, Juru Bicara Departemen Luar Negeri Richard Boucher menyebut Hambali sebagai Direktur Operasional Jamaah Islamiyah (JI) untuk wilayah Asia Timur. Hambali alias Nurjaman Riduan Isamuddin berperan sebagai penyalur dana bagi sejumlah aksi teror, termasuk bom Bali. Selain itu, Hambali juga menyalurkan dana untuk pengeboman sejumlah gereja pada malam Natal 2000. Bahkan hasil investigasi terbaru, Hambali disebut-sebut berupaya mengebom sebelas pesawat milik AS di Asia pada 1995.
Selain Hambali, Boucher juga menuduh Mohammad Iqbal alias Abu Jibril sebagai pendiri sekaligus pengendali keuangan JI. Abu Jibril ditangkap Police Diraja Malaysia Juni 2001 dan hingga kini masih berstatus tahanan di Negeri Jiran. Dengan bukti-bukti itulah kemudian AS membekukan aset Hambali dan Abu Jibril di bank-bank Negeri Paman Sam. Selanjutnya AS juga mengajukan kedua nama itu masuk ke dalam daftar teroris di PBB sehingga aset-asetnya secara internasional dapat dibekukan [baca: Aset Hambali dan Abu Jibril Dibekukan].(YYT/Tim Liputan 6 SCTV)
Hasil penemuan polisi ini diperkuat dengan pengakuan Ali Imron yang hanya membawa L-300 yang berisi bom, hingga ke persimpangan dan selanjutnya kendaraan itu dibawa orang lain. Ini berarti kini polisi "mempunyai" dua Iqbal, yaitu Iqbal yang disebut membawa bom dan meninggal di depan Paddy`s Cafe serta Iqbal yang membawa mobil L-300. Bila penelusuran hasil tes DNA benar, kini timbul pertanyaan: Siapa Iqbal yang tewas di depan Paddy`s Cafe, seperti yang disebutkan tersangka Imam Samudra, sebagai pembawa bom ke tempat hiburan itu [baca: Di Rumah Imam Hanya Ditemukan Surat Cinta].
Dari Amerika Serikat, Juru Bicara Departemen Luar Negeri Richard Boucher menyebut Hambali sebagai Direktur Operasional Jamaah Islamiyah (JI) untuk wilayah Asia Timur. Hambali alias Nurjaman Riduan Isamuddin berperan sebagai penyalur dana bagi sejumlah aksi teror, termasuk bom Bali. Selain itu, Hambali juga menyalurkan dana untuk pengeboman sejumlah gereja pada malam Natal 2000. Bahkan hasil investigasi terbaru, Hambali disebut-sebut berupaya mengebom sebelas pesawat milik AS di Asia pada 1995.
Selain Hambali, Boucher juga menuduh Mohammad Iqbal alias Abu Jibril sebagai pendiri sekaligus pengendali keuangan JI. Abu Jibril ditangkap Police Diraja Malaysia Juni 2001 dan hingga kini masih berstatus tahanan di Negeri Jiran. Dengan bukti-bukti itulah kemudian AS membekukan aset Hambali dan Abu Jibril di bank-bank Negeri Paman Sam. Selanjutnya AS juga mengajukan kedua nama itu masuk ke dalam daftar teroris di PBB sehingga aset-asetnya secara internasional dapat dibekukan [baca: Aset Hambali dan Abu Jibril Dibekukan].(YYT/Tim Liputan 6 SCTV)