T.H. Sumartana Meninggal Dunia

Pluralis T.H. Sumartana meninggal dunia di Rumah Sakit Umum Ciawi, Bogor, Jabar, kemarin petang. Dia akan dikebumikan di TPU Pakem, Yogyakarta, Ahad besok.

oleh Liputan6Diterbitkan 25 Januari 2003, 14:17 WIB
Liputan6.com, Bogor: Indonesia kehilangan seorang tokoh pluralis. Jumat (24/1) sekitar pukul 18.00 WIB, T.H. Sumartana mengembuskan napas terakhir di Rumah Sakit Umum Ciawi, Bogor, Jawa Barat. Sebelumnya, Ketua Dewan Pimpinan Pusat Partai Amanat Nasional ini dilarikan ke rumah sakit seusai menghadiri rapat pembentukan Demos, sebuah lembaga baru yang bergerak di bidang kajian demokrasi dan hak asasi manusia. Setelah kalangan keluarga menggelar kebaktian, sekitar pukul 11.00 WIB, putra bungsunya--Nurwijayadi--membawa jenazahnya ke rumah duka di Jalan Merdeka Utara I/A Nomor 5-6, Sidorejo Lor, Salatiga, Jawa Tengah.

Rencananya, Ahad besok, jenazah pria kelahiran Banjarnegara, Jateng, pada 15 Oktober 1944 ini akan dikuburkan di Tempat Pemakaman Umum Pakem di Yogyakarta. Mantan aktivis ini meninggalkan seorang istri dan dua orang putra. Semasa hidup, doktor Misiologi dan Perbandingan Agama lulusan Freij Universitiet, Belanda, ini dikenal sangat menjunjung tinggi pluralitas antarumat beragama. Dia juga mengabdikan hidupnya untuk perjuangan demokrasi dan HAM.

Sumartana juga pernah bekerja sebagai Redaktur Teologi pada BPK Gunung Mulia pada 1972 sampai 1975. Dia juga tercatat sebagai staf Lembaga Penelitian dan Studi Dewan Gereja-Gereja di Indonesia pada 1975-1982. Pada 1991 hingga 1995, ia tercatat sebagai pengajar tetap pada Program Pascasarjana Universitas Kristen Satya Wacana Salatiga. Terakhir, Sumartana memegang tampuk kepemimpinan di sebuah lembaga Inter Freeday yaitu dialog antariman dan sekaligus Ketua Badan Pengurus DEMOS. Ia juga menjabat sebagai dosen di beberapa perguruan tinggi di Yogyakarta.(ANS/Johan Heru dan Erwin Arief)

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya