Madrid Berpeluang Tersingkir di Piala Raja

Sejak 2002, dalam 12 kali kesempatan, Real Madrid tak pernah mampu mengejar ketertinggalan saat kalah di leg pertama fase knock- out di semua kompetisi.

oleh Ajang NurdinDiterbitkan 09 Januari 2013, 21:05 WIB
piala raja

Real Madrid bakal menghadapi laga hidup mati ketika menjamu Celta Vigo di leg kedua perdelapan final Piala Raja atau Copa del Rey yang akan berlangsung di Santiago Bernabeu, Rabu (9/1) malam nanti atau Kamis (10/1) dinihari WIB. Dengan tertinggal 1-2 menyusul kekalahan di leg pertama yang berlangsung Balaidos Stadium, 12 Desember lalu, Madrid wajib meraih kemenangan minimal dengan marjin dua gol untuk lolos ke babak delapan besar. Buruknya, catatan statistik seakan mengindikasikan Los Blancos bakal tersingkir dari Piala Raja.

Apa pasal? Ini karena sejak 2002, Madrid tak pernah mampu mengejar ketertinggalan saat kalah di pertemuan pertama fase knock-out di semua kompetisi. Santiago Bernabeu pada 10 April 2002 jadi saksi terakhir kali Madrid berhasil bangkit setelah tertinggal terlebih dahulu. Saat itu, gol Ivan Helguera dan Guti berhasil membuat Madrid menang 2-0 atas Muenchen. Pada pertemuan pertama, Madrid kalah 1-2 di Allianz Arena.

Tapi sejak saat itu, dalam 11 tahun kemudian, Madrid tak pernah berhasil dari kutukan, selalu gagal membalikkan keadaan di leg kedua setelah tertinggal di leg pertama. Madrid selalu berusaha untuk mematahkan kutukan itu beberapa kali, tapi selalu gagal. Ini yang patut dikhawatirkan oleh Sergio Ramos dan kawan-kawan ketika menghadapi Vigo nanti malam.

Jika dirunut ke belakang, ada sekitar 12 kali Madrid berusaha bangkit setelah tertinggal di semua kompetisi. Apakah Vigo mampu memperpanjang kutukan Madrid tersebut? Pantas ditunggu jika pasukan Paco Herrera mampu menahan imbang Madrid di depan fannya sendiri.

Dari 12 kali percobaan Madrid untuk bangkit, ada memori yang paling menyakitkan. Itu tatkala mereka tersingkir dari lawan enteng semacam Real Union dan Alcorcon di Piala Raja. Tidak pula dilupakan kekalahan dari rival abadi mereka, Barcelona di Liga Champions dan beberapa laga lainnya. Masih ada pula laga pahit lainnya saat disingkirkan Olympique Lyon dan Bayern Muenchen di Liga Champions. (Marca/DEF)

Tag Terkait

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya