Jelang Nataru, Layanan Vaksinasi di Stasiun Sepi Peminat

PT KAI turut menyediakan layanan vaksinasi di stasiun selama periode Natal 2021 dan Tahun Baru 2022 (Nataru).

oleh Maulandy Rizki Bayu KencanaDiterbitkan 23 Desember 2021, 12:40 WIB
Petugas kesehatan mengambil vaksin COVID-19 di Stasiun Bogor, Jawa Barat, Kamis (17/6/2021). Pelaksanaan vaksinasi massal di Stasiun Bogor itu menyasar petugas stasiun, pekerja di stasiun dan penumpang kereta. (Liputan6.com/Herman Zakharia)

Liputan6.com, Jakarta PT Kereta Api Indonesia (Persero) turut menyediakan layanan vaksinasi di stasiun selama periode Natal 2021 dan Tahun Baru 2022 (Nataru). Namun, jumlah calon penumpang yang memakai fasilitas tersebut makin sedikit.

Direktur Operasi PT KAI Heru Kuswanto mengatakan, pihaknya tetap menyediakan fasilitas vaksinasi di stasiun bagi calon penumpang yang belum mendapatkannya. Sebab, vaksinasi dua kali jadi salah satu syarat untuk bisa naik kereta jauh selama Nataru.

"Saat ini di Nataru meski kebanyakan penumpang kami sudah vaksin dua kali, tapi kami masih menyediakan layanan vaksin. Meskipun jujur secara jumlah sudah menurun," ungkapnya dalam sesi bincang virtual, Kamis (23/12/2021).

"Dulu banyak yang ambil vaksin di stasiun, sekarang sudah mulai sepi karena kebanyakan sudah vaksin," ujar Heru.

Selama Nataru, PT KAI juga turut meningkatkan layanan e-ticketing menggunakan aplikasi KAI Access. Jadi penumpang tak perlu repot menunjukan bukti vaksin, lantaran itu sudah terintegrasi dengan portal PeduliLindungi.

"Jadi sekarang ketika boarding enggak perlu repot, tiketnya tinggal diklik barcode-nya nanti sudah akan muncul di layar petugas kami," kata Heru.

 

* Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

Bukti Fisik Vaksin

Warga menunggu untuk menjalani vaksinasi COVID-19 gratis di Stasiun MRT, Jakarta, Jumat (23/7/2021). Berdasarkan data Kementerian Kesehatan per 22 Juli 2021 pukul 12.00 WIB, 42.868.023 orang telah divaksin dosis pertama dan 16.713.406 orang telah divaksin dosis kedua. (Liputan6.com/Johan Tallo)

Bagi penumpang yang hasil vaksinnya tidak terbaca di PeduliLindungi, KAI masih memberikan kesempatan untuk menyertakan bukti fisik.

"Karena memang ada beberapa kasus di lapangan, yang bersangkutan sudah vaksin tapi belum (terbaca) ke PeduliLindungi, jadi belum ter-detect di KAI Access kami," pungkas Heru.

 

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya