Jutaan Kondom Palsu Banjiri Inggris

Jutaan kondom palsu diselundupkan ke Inggris selama 18 bulan terakhir meningkatkan risiko Infeksi Menular Seksual (IMS)

oleh Liputan6Diterbitkan 08 Januari 2013, 11:29 WIB
Jutaan kondom palsu diselundupkan ke Inggris selama 18 bulan terakhir meningkatkan risiko Infeksi Menular Seksual (IMS)

Pemerintah sebagai regulator kesehatan memperingatkan bahwa angka kondom palsu yang diselundupkan melonjak di Inggris.

Badan Regulasi Uuntuk Obat dan Kesehatan (Medicines and Healthcare Products Regulation Agency/MHRA) mengklaim bahwa jutaan dari kondom palsu tersebut telah diimpor secara ilegal dalam waktu 18 bulan terakhir.

Kondom palsu menggunakan bahan murah dan bisa meningkatkan pengguna risiko meneruskan IMS atau menyebabkan kehamilan yang justru tidak diinginkan.

Pemalsu telah berhasil menyalin merek terkenal seperti Durex untuk meyakinkan orang bahwa produk palsu itu adalah produk asli.

Radio BBC melaporkan bahwa tes yang dilakukan pada banyaknya kondom palsu menunjukkan bahwa angkanya terus melonjak tinggi.

Peneliti senior Danny Lee-Frost mengatakan, "Produk-produk ini dibuat di Asia Timur dengan dana kecil (sen) lalu kemudian dijual di sini dengan harga mahal (pound).

"Para pembuat mengambil jalan pintas. Para pembuat akan memotong biaya dan para pembuat akan menggunakan bahan-bahan serta materi yang murah," tambah Danny seperti dilansir Daily Mail, Selasa (8/1/2013)

Standar perdagangan secara teratur mencegat pengangkutan kondom palsu di seluruh negeri. Pada bulan Agustus 2012, kondom palsu senilai 1,5 miliar poundsterling atau senilai Rp 23,5 triliun disita di Bandara Heathrow. Dan ditemukan di Yorkshire dengan jumlah yang sama.

Untuk menangani kasus ini juga, MHRA (Medicines and Healthcare Products Regulation Agency) telah mempekerjakan bantuan anjing di Inggris pertama, Sniffer, untuk dilatih dan mencoba untuk mengatasi masalah itu.

Paul Maddox bertanggung jawab untuk pelatihan anjing. Dia mengatakan kepada BBC, "Saya benar-benar terkejut ketika saya mengetahui masalah ini. Saya pernah mendengar tentang obat palsu. Tapi saya tidak pernah berpikir kondom akan menjadi masalah seperti ini". (ADT/IGW)

POPULER

    Berita Terkini Selengkapnya