Citizen6, Semarang: Ada yang pernah mencicipi mie ayam goreng? Mungkin terdengar sedikit asing bagi teman-teman yang berasal dari daerah lain. Karena memang, kuliner yang satu ini hanya bisa ditemukan di kampus Universitas Diponegoro (Undip), Tembalang, yang merupakan surganya makanan di Semarang.
Tembalang memang dipenuhi dengan tempat-tempat makanan yang enak dan murah meriah sesuai dengan kocek mahasiswa pada umumnya. Dari jajanan ringan, seperti bakso, mie ayam, hingga makanan berat berupa nasi, ada di Tembalang. Keinginan untuk memenuhi kepuasan lidah para mahasiswa yang berasal dari berbagai daerah dengan selera yang berbeda, maka para penjual pun selalu berusaha memberikan inovasi agar produknya tetap diminati.
Namun harus diakui, bakso dan mie ayam-lah yang memang masih eksis menjadi jawara makanan favorit mahasiswa. Namun ada yang berbeda dengan mie ayam yang ada di gerai Bakso dan Mie Ayam Mas No yang teletak di Jalan Tirto Agung 59, Tembalang, Semarang, tepat di depan mushola Wali Songo Tirto Agung itu. Apa yang berbeda di sana?
Mas No, Sang Pemilik melakukan revolusi pada mie ayamnya itu. Keunikan dari mie ayam Mas No ini dimasak dengan cara digoreng sehinga memberikan sensasi kelezatan yang berbeda dari biasanya. Seperti mie goreng tapi rasa mie ayam. Unik bukan?
Untuk menikmati mie ayam sekhas ini, Anda dapat membelinya hanya dengan harga Rp 7 ribu saja. Murah sekali bukan?
Selain itu, mie ayam ini pun memiliki keunggulan lain, yaitu benar-benar dapat disesuaikan dengan selera pembeli. Pembeli dapat menentukan sendiri seberapa pedas yang diinginkannya dengan sistem level pedas yang ditawarkan. Bagi yang tidak suka pedas, dapat memesan dengan level 1 saja. Akan tetapi bila ada yang ingin mie ayam goreng super pedas, tinggal pesan dengan level maksimum yaitu 25. Wah menarik kan?
Kebanyakan pembeli mie ayam yang hampir 250 porsi terjual per harinya ini adalah mahasiswa. Royhanatul Husna, mahasiswa Universitas Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) yang mengaku sebagai pelanggan mie ayam goreng ini berkata, "mie ayam goreng di sini gila, enak banget dan bikin pengin datang lagi dan lagi."
Jadi, bila Anda ingin mie ayam yang super lezat dan didukung oleh tempat yang nyaman, Anda bisa dapatkan di gerai Mie Ayam Mas No ini.
Menurut Mas No yang merupakan mantan penjual Lothek itu, kepuasan dari pembeli memang yang menjadi prioritas utamanya. Ia beranggapan, suatu produk belum bisa dikatakan berhasil ketika pembeli hanya datang sekali dan tidak membawa teman.
Jadi jangan ragu ya untuk mencicipi mie ayam spesial dari Tembalang ini, karena selain halal dan higienis, rasanya pun lezat, dan super pedasnya.
Gerai ini dibuka pada pukul 08.00 WIB hingga 21.00 WIB, pastikan jangan sampai kehabisan ya. Selamat mencoba! (Dewi Luqmania/Mar)
Tembalang memang dipenuhi dengan tempat-tempat makanan yang enak dan murah meriah sesuai dengan kocek mahasiswa pada umumnya. Dari jajanan ringan, seperti bakso, mie ayam, hingga makanan berat berupa nasi, ada di Tembalang. Keinginan untuk memenuhi kepuasan lidah para mahasiswa yang berasal dari berbagai daerah dengan selera yang berbeda, maka para penjual pun selalu berusaha memberikan inovasi agar produknya tetap diminati.
Namun harus diakui, bakso dan mie ayam-lah yang memang masih eksis menjadi jawara makanan favorit mahasiswa. Namun ada yang berbeda dengan mie ayam yang ada di gerai Bakso dan Mie Ayam Mas No yang teletak di Jalan Tirto Agung 59, Tembalang, Semarang, tepat di depan mushola Wali Songo Tirto Agung itu. Apa yang berbeda di sana?
Mas No, Sang Pemilik melakukan revolusi pada mie ayamnya itu. Keunikan dari mie ayam Mas No ini dimasak dengan cara digoreng sehinga memberikan sensasi kelezatan yang berbeda dari biasanya. Seperti mie goreng tapi rasa mie ayam. Unik bukan?
Untuk menikmati mie ayam sekhas ini, Anda dapat membelinya hanya dengan harga Rp 7 ribu saja. Murah sekali bukan?
Selain itu, mie ayam ini pun memiliki keunggulan lain, yaitu benar-benar dapat disesuaikan dengan selera pembeli. Pembeli dapat menentukan sendiri seberapa pedas yang diinginkannya dengan sistem level pedas yang ditawarkan. Bagi yang tidak suka pedas, dapat memesan dengan level 1 saja. Akan tetapi bila ada yang ingin mie ayam goreng super pedas, tinggal pesan dengan level maksimum yaitu 25. Wah menarik kan?
Kebanyakan pembeli mie ayam yang hampir 250 porsi terjual per harinya ini adalah mahasiswa. Royhanatul Husna, mahasiswa Universitas Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) yang mengaku sebagai pelanggan mie ayam goreng ini berkata, "mie ayam goreng di sini gila, enak banget dan bikin pengin datang lagi dan lagi."
Jadi, bila Anda ingin mie ayam yang super lezat dan didukung oleh tempat yang nyaman, Anda bisa dapatkan di gerai Mie Ayam Mas No ini.
Menurut Mas No yang merupakan mantan penjual Lothek itu, kepuasan dari pembeli memang yang menjadi prioritas utamanya. Ia beranggapan, suatu produk belum bisa dikatakan berhasil ketika pembeli hanya datang sekali dan tidak membawa teman.
Jadi jangan ragu ya untuk mencicipi mie ayam spesial dari Tembalang ini, karena selain halal dan higienis, rasanya pun lezat, dan super pedasnya.
Gerai ini dibuka pada pukul 08.00 WIB hingga 21.00 WIB, pastikan jangan sampai kehabisan ya. Selamat mencoba! (Dewi Luqmania/Mar)