Empat Penggali Batu Tertimbun Batu

Agus bin Engkos, Wiwih, dan Dodi tewas tertindih reruntuhan batu galian di Kelurahan Andir, Bandung, Jabar. Tiga penggali batu lain luka-luka dan seorang belum ditemukan.

oleh Liputan6Diterbitkan 15 Januari 2003, 19:07 WIB
Liputan6.com, Bandung: Batu mengakhiri hidup penggali batu. Begitulah yang dialami Agus bin Engkos, Wiwih, dan Dodi. Tiga penggali batu itu meregang ajal terhantam batu yang tengah digali di Kampung Sukawargi, Kelurahan Andir, Kabupaten Bandung, Jawa Barat, Rabu (15/1). Korban tewas sudah dimakamkan keluarganya di Kampung Suka Melang. Sedangkan penggali batu bernama Itang masih belum ditemukan. Sementara Iwan bin Otong, Aman, dan Agus dirawat di Rumah Sakit Al-Ihsan.

Kepala Kepolisian Sektor Ciparay Inspektur Polisi Satu Daci mengatakan, masih mengusut insiden yang terjadi sekitar pukul 06.30 WIB. Sejauh ini, tujuh orang sudah dimintai keterangan, termasuk Dede, pemilik perusahaan penggalian batu tersebut. Longsor diduga terjadi lantaran lokasi penggalian di Gunung Kandang Sapi itu labil. Pasalnya, sehari sebelumnya, para penggali batu menggunakan dinamit untuk menghancurkan bebatuan sebelum melakukan penggalian tadi pagi.

Kejadian yang sama juga terjadi di Gunung Petot, Desa Cikeusal, Kecamatan Palimanan, Cirebon, Jabar, November tahun silam. Tujuh penggali batu tertimbun longsoran material ketika sedang memindahkan batu alam dari tempat penggalian ke truk pengangkut. Mulyadi, Saba, dan Sali, tewas seketika. Sedang empat korban lain yang rata-rata patah tulang dirawat di Rumah Sakit Gunung Jati Cirebon [baca: Penggali Batu di Cirebon Tewas Tertimbun Batu].(TNA/Patria Hidayat)

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya