Citizen6, Pati: Mendengar kata 'naga' untuk sejenis kuliner pasti sulit untuk membayangkan bagaimana rupanya. Sesungguhnya, ungkapan naga di sini adalah suatu singkatan dari nasi gandul, salah satu kuliner khas dari Kabupaten Pati. Kuliner ini sudah sangat terkenal seantero Pati, bahkan kota-kota lain pun ikut serta memamerkan si 'naga' ini dengan label khas Pati tentunya.
Banyak penikmat 'naga' yang akan menambah porsi karena kelezatannya. Seporsi nasi yang dituang kuah nikmat dan ditambahkan daging tetelan sapi sebagai pelengkapnya. Kuahnya sendiri merupakan campuran dari lengkuas, kencur, bawang putih, bawang merah, kemiri, jahe, ketumbar, merica, cabe merah, jinten, garam, gula merah, kecap manis, santan kental, dan santan encer.
Dalam penyajiannya, si 'naga' ini ditambahkan berbagai macam olahan daging sapi, misalnya babat, jeroan, lidah, kuping, dan lain sebagainya. Yang tidak boleh ketinggalan dari naga ini adalah perkedel dan tempe goreng kering yang renyah. Untuk menikmati seporsi makanan khas Pati ini tak perlu merogoh kocek terlalu dalam, dibandrol mulai Rp 6.000 saja. Harga yang sangat terjangkau untuk kelezatan yang luar biasa ini.
Si 'naga'atau nasi gandul ini pada awalnya terkenal dari sebuah desa di Kecamatan Pati, yaitu Desa Gajahmati. Dan sekarang, sudah banyak daerah di Kabupaten Pati yang ikut memperdagangkannya. Sehingga, setiap warung atau rumah makan yang menyajikan khusus nasi gandul akan membawa embel-embel Gajahmati di setiap spanduk yang ditempel.
Kurang lengkap rasanya jika mengunjungi Kabupaten Pati tanpa mencicipi 'naga' yang lezat. Tak perlu repot untuk mencarinya, karena sudah banyak warung atau rumah makan yang menjual si naga ini sejak pagi bahkan hingga malam hari. Jadi, tunggu apa lagi? Datangi Pati dan cicipilah kuliner khasnya. (Nurul Hidayah/YSH)
Banyak penikmat 'naga' yang akan menambah porsi karena kelezatannya. Seporsi nasi yang dituang kuah nikmat dan ditambahkan daging tetelan sapi sebagai pelengkapnya. Kuahnya sendiri merupakan campuran dari lengkuas, kencur, bawang putih, bawang merah, kemiri, jahe, ketumbar, merica, cabe merah, jinten, garam, gula merah, kecap manis, santan kental, dan santan encer.
Dalam penyajiannya, si 'naga' ini ditambahkan berbagai macam olahan daging sapi, misalnya babat, jeroan, lidah, kuping, dan lain sebagainya. Yang tidak boleh ketinggalan dari naga ini adalah perkedel dan tempe goreng kering yang renyah. Untuk menikmati seporsi makanan khas Pati ini tak perlu merogoh kocek terlalu dalam, dibandrol mulai Rp 6.000 saja. Harga yang sangat terjangkau untuk kelezatan yang luar biasa ini.
Si 'naga'atau nasi gandul ini pada awalnya terkenal dari sebuah desa di Kecamatan Pati, yaitu Desa Gajahmati. Dan sekarang, sudah banyak daerah di Kabupaten Pati yang ikut memperdagangkannya. Sehingga, setiap warung atau rumah makan yang menyajikan khusus nasi gandul akan membawa embel-embel Gajahmati di setiap spanduk yang ditempel.
Kurang lengkap rasanya jika mengunjungi Kabupaten Pati tanpa mencicipi 'naga' yang lezat. Tak perlu repot untuk mencarinya, karena sudah banyak warung atau rumah makan yang menjual si naga ini sejak pagi bahkan hingga malam hari. Jadi, tunggu apa lagi? Datangi Pati dan cicipilah kuliner khasnya. (Nurul Hidayah/YSH)