Tim Impian ala Liputan6.com

Seiring dengan berakhirnya 2012, Liputan6.com mencoba menyusun The Dream Team. Hasilnya, tak jauh berbeda dengan media massa lainnya, tim impian didominasi Barc

oleh Liputan6.comDiterbitkan 31 Desember 2012, 11:15 WIB
Seiring dengan berakhirnya 2012, Liputan6.com mencoba menyusun tim sebelas ideal atau The Dream Team, komposisi yang dipandang merepresentasikan kombinasi terbaik dari satu tim.

Seiring dengan berakhirnya 2012, Liputan6.com mencoba menyusun tim sebelas ideal atau The Dream Team, komposisi yang dipandang merepresentasikan kombinasi terbaik dari satu tim. Tentu saja, hasilnya sangat bisa diperdebatkan. Meski demikian, tim impian yang kami susun rasanya tidak jauh berbeda dengan tim-tim terbaik versi media massa lainnya. Bukan kebetulan jika kompetisi La Liga Spanyol menjadi kompetisi yang menempati ranking pertama dalam penilaian UEFA. Dua klub Barcelona dan Real Madrid memang pantas mendominasi formasi tim ideal. Kedua klub mempunyai sejumlah pemain berkelas yang berjasa mengantarkan Timnas Spanyol meraih tiga gelar bergengsi secara beruntun: Piala Eropa 2008, Piala Dunia 2010, dan Piala Eropa 2012.Karenanya, tim impian kami pun hampir mutlak didominasi kedua klub. Total dari 11 pemain, sembilan (9) di antaranya merupakan pemain Los Blaugrana dan Los Blancos. Bahkan, dengan formasi 4-3-3, dua lini: gelandang dan depan dikuasai kedua klub raksasa tersebut. Hanya dua pemain non-La Liga, yang berhasil menembus dominasi Barca dan Madrid, yaitu bek Juventus Giorgio Chiellini dan kapten Manchester United Nemanja Vidic.Yang menarik, dua pemain mendapat suara bulat untuk masuk dalam jajaran tim ideal, yaitu bintang Barcelona dan Argentina Lionel Messi serta defender Madrid Sergio Ramos. Dua punggawa inti skuad asuhan Jose Mourinho: kapten Iker Casillas dan Cristiano Ronaldo menempati peringkat berikutnya. Yang jadi kejutan, Vidic yang sempat absen tiga bulan mendapat suara yang cukup signifikan. Faktor pengalaman dan determinasi di lapangan menjadi dalih para voters memilih bek Serbia berusia 31 tahun tersebut.Berikut 11 pemain yang masuk dalam tim impian Liputan6.com dengan formasi 4-3-3.Kiper: Iker CasillasMeskipun gagal mengantarkan Real Madrid melaju ke babak final Liga Champions musim lalu, sinar Casillas tetap menyala menyusul kontribusinya yang begitu vital bagi skuad asuhan Jose Mourinho saat meraih gelar La Liga sekaligus mematahkan dominasi musuh bebuyutan Barcelona dan keberhasilan Timnas Spanyol mempertahankan gelar Piala Eropa. Musim lalu, dari pencapaian 21 clean sheet, enam (6) di antaranya dibukukan Casillas di paruh kedua musim. Di musim ini, dari 17 partai yang telah dilalui, Casillas berhasil menjaga gawangnya tetap perawan dalam enam partai. Bek Kanan: Sergio RamosDi sepanjang musim lalu dan hampir separuh di musim ini, Sergio Ramos bermain sebagai palang pintu, baik bersama Madrid maupun La Furia Roja, julukan Timnas Spanyol. Namun, dengan kabisanya yang multitalenta, Liputan6.com menilai Ramos juga pantas bermain sebagai bek kanan, posisi yang sempat dipercayakan Mourinho di musim pertamanya menangani Los Blancos.Bek Teng ah: Nemanja VidicMeskipun sempat absen panjang selama tiga bulan, kapten utama Manchester United, Nemanja Vidic, masih tetap dipercayai sebagian besar tim Liputan6.com untuk menempati posisi sentral di jantung pertahanan tim impian. Alasannya, kematangan dan pengalaman bek Timnas Serbia berusia 31 tahun itu plus determinasi dan nyalinya saat beraksi di lapangan.Bek Tengah: Gerard PiqueTak banyak yang tahu jika Gerard Pique me njadi sosok pemain langka yang berhasil menyabet gelar Liga Champions dalam dua musim berturut-turut dengan dua klub yang berbeda: Manchester United di musim 2007-2008 dan Barcelona di musim 2008-2009. Sejak era Pep Guardiola, Pique telah menjadi langganan dalam tim inti Los Blaugrana. Promosinya Tito Vilanova di musim ini tak membuat Pique kehilangan tempat. Pun demikian halnya dengan Timnas Spanyol. Pique kerap dipasangkan dengan “musuhnya” Sergio Ramos. Dalam tim impian, duetnya dengan Vidic dapat diibaratkan sebagai duet tua dan muda mengingat Pique masih berusia 25 tahun. Bek Kiri: Giorgio Chiellini Tak ada yang menampik jika kebangkitan Juventus dengan kembali merajai panggung Serie A Italia musim lalu tak terlepas dari gemilangnya penampilan bek Giorgio Chiellini. Mirip dengan Ramos, Chiellini juga termasuk bek multifungsi alias bisa bermain sebagai bek sayap atau bek tengah. Bahkan, di awal mula kariernya, Chiellini justru menjadi seorang gelandang.Setelah bertahun-tahun menjadi bek tengah berduet dengan Leonardo Bonucci, Chiellini kembali bermain sebagai bek kiri menyusul kedatangan Andrea Barzagli. Di bawah arahan Antonio Conte yang menerapkan formasi 3-5-2, Chiellini--berandil besar meloloskan Italia ke final Piala Eropa 2012, kembali bertugas menjadi bek sayap kiri dalam formasi tiga pemain belakang. Gelandang Tengah: Xabi Alonso Posisi sebagai gelandang tengah atau jangkar merupakan posisi yang ditempati Xabi   Alonso baik bersama Real Madrid maupun Timnas Spanyol. Bersama Los Blancos, Alonso biasa ditugaskan Jose Mourinho sebagai gelandang bertahan bersama-sama Sami Khedira. Duet keduanya sangat berkontribusi atas keberhasilan Madrid meraih gelar La Liga di musim lalu. Sementara, bersama La Furia Roja, biasanya Alonso dipasangkan dengan duet gelandang Barcelona Sergio Busquets dan Xavi Hernandez. Salah satu kelebihan yang dimiliki mantan gelandang Liverpool berusia 31 tahun ini adalah kemampuannya mengeksekusi bola-bola mati. Umpan panjang atau diagonal yang dilontarkan Alonso termasuk salah satu yang terbaik di kancah Eropa dan dunia.

Lanjut Baca:

Gelandang: X avi HernandezTak ada yang menampik jika Xavi Hernandez ditasbihkan sebagai dirijen permainan Barcelona dan juga La Furia Roja. Gelandang berusia 32 tahun ini memang bertugas sebagai playmaker baik di klub maupun timnas. Langgam dan irama permainan Los Blaugrana memang bermula dari sosok pemain yang berpostur hanya 170 cm ini.Meskipun gagal mengantarkan Barcelona mempertahankan gelar La Liga di musim lalu, Xavi mempunyai andil yang luar biasa dalam keberhasilan Spanyol merebut gelar juara Piala Eropa 2012 dan Copa del Rey musim lalu.Gelandang: Andres Iniesta Sosok lain yang tak bisa dilepaskan dari keberhasilan Barcelona merajai panggung La Liga di awal musim ini adalah Andres Iniesta. Dengan 10 assist yang dibukukannya, Los Blaugrana unggul jauh dari saingan abadinya Real Madrid. Di ajang timnas, Iniesta merupakan pilihan wajib bagi Vicente del Bosque untuk menjadi trio gelandang bersama-sama rekannya Xavi dan Alonso. Gemilangnya penampilan Iniesta di sepanjang 2012 membuat pemain berusia 28 tahun ini dianugerahi Pemain Terbaik Liga Champions musim lalu, Pemain Terbaik di Piala Eropa 2012, dan Pemain Terbaik Eropa 2012.Winger Kiri: Cristia no RonaldoSampai saat ini Cristiano Ronaldo masih tercatat sebagai pemain dengan fee transfer termahal di dunia. Real Madrid membelinya dari Manchester United dengan dana 80 juta pound atau 94 juta euro. Adalah Ronaldo yang menjadi kunci Los Blancos mematahkan dominasi Barcelona di panggung Primera Division dengan mendulang 46 gol di sepanjang musim lalu. Ditelaah lebih lanjut, sepanjang 2012, Ronaldo yang membawa Timnas Portugal ke semifinal Piala Dunia 2012, tercatat telah mencetak 63 gol, yang terdiri dari 40 gol di La Liga, 3 gol di Copa del Rey, 13 gol di liga Champions, 2 gol di Piala Super Spanyol, dan 5 gol bersama timnas. Winger Kanan: Lionel MessiFenomenal. Kata yang mungkin paling pas untuk menggambarkan kiprah seorang pemain mungil bernama Lionel Messi. Meskipun hanya mampu meraih satu gelar Copa del Rey di musim lalu, bintang Barcelona dan Timnas Argentina ini menyita perhatian publik lewat jumlah gol yang dicetaknya selama satu tahun kalender 2012: 90 gol (sebagian pihak mengklaim 91 gol), melampaui rekor sebelumnya yang ditoreh legenda Jerman, Gerd Mueller (85 gol).Kesembilan puluh gol yang dibukukan Messi di tahun ini terdiri dari 58 gol di kancah La Liga, 5 gol di Copa del Rey, 13 gol di Liga Champions, 2 gol di Piala Super Spanyol, dan 12 gol bersama Timnas Argentina. Striker: Radamel FalcaoSejak musim 2010-2011, Radamel Falcao Garcia menjadi sorotan publik sepakbola menyusul kontribusinya mengantarkan FC Porto menjadi juara Europa League. Prestasi yang kemudian dipertahankan Falcao dengan membawa Atletico Madrid meraih gelar serupa di musim lalu, 2011-2012. Bahkan, dalam dua musim tersebut Falcao mampu mempertahankan reputasinya sebagai top skorer turnamen.Di musim ini, aksi Falcao di depan gawang lawan kian menjadi-jadi. Keberhasilan Atletico, untuk sementara, mengungguli Madrid di kancah La Liga, tak lepas dari produktifnya Falcao menjebol gawang lawan, yaitu tercatat sebanyak 17 kali (gol). Sepanjang 2012, Falcao tercatat mencetak 49 gol di semua ajang kompetisi. Rinciannya: 32 gol di liga, 9 gol di Europa League, 3 gol di Piala Super Eropa, dan 5 gol bersama Timnas Kolumbia.

Tag Terkait

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya