Liputan6.com, Jakarta- Manchester United dilaporkan telah mencapai kesepakatan dengan pelatih asal Jerman, Ralf Rangnick untuk menjadi pelatih utama sementara tim hingga akhir kompetisi musim ini berakhir.
Tak hanya menjadi pelatih, mengutip laporan Fabrizio Romano, Rangnick juga akan tetap menjabat di kubu united sebagai konsultan klub selama dua tahun usai tugasnya sebagai pelatih selesai
Advertisement
"Ralf Rangnick mengatakan kepada dewan Manchester United pada Senin (22/11/2021) jika dia akan menerima jabatan manajer interim," tulis Romano.
"Setelah itu, dia akan menjadi konsultan klub pada masa depan dengan kekuatan penuh termasuk dalam urusan kesepakatan pemain. Manchester United siap menrima kondisi tersebut," lanjutnya.
Rangnick merupakan salah satu tokoh yang paling dihormati di dunia sepak bola Jerman, dia dikenal sebagai bapak gegenpress dan guru sepak bola modern Jerman. Pelatih asal Jerman ini juga dipandang sebagai salah satu pelatih paling berpengaruh di generasinya.
Manajer asal Jerman yang dijuluki The Professor itu dikenal sebagai profesor sepak bola yang banyak melahirkan pelatih hebat, sekaligus menjadi inspirasi sejumlah pelatih di negara asalnya, termasuk Tuchel, Julian Nagelsmann, dan Jurgen Klopp.
Berikut ini adalah tiga pelatih yang kagum dan terinspirasi pola bermain yang diterapkan oleh Ralf Rangnick.
1. Julian Nagelsmann
Pelatih muda Jerman ini mengawali kariernya sebagai pelatih tim junior 1899 Hoffenheim pada 2010. Pada saat yang sama, Ralf Rangnick duduk di kursi pelatih tim senior Hoffenheim.
Julian Nagelsmann pun satu musim merasakan kerja sama dengan Rangnick. Meski berlangsung singkat, Nagelsmann banyak mendapatkan ilmu dari Rangnick.
Setelah menjabat sebagai pelatih 1899 Hoffenheim pada 2016, karier Julian Nagelsmann semakin bersinar. Berlandaskan filosofi taktik gegenpress, Nagelsmann berhasil membawa Hoffenheim finis di urutan ketiga Bundesliga 2017/2018.
Setelah itu, dia mengasuh RB Leipzig pada musim 2019 sampai 2021. Di bawah arahan Nagelsmann, Leipzig menempati peringkat ketiga klasemen akhir Bundesliga 2019/2020 dan urutan kedua musim 2020/2021, serta menembus semifinal Liga Champions.
Memasuki musim ini, pelatih berusia 34 tahun tersebut mengasuh Bayern Munchen. Kendati terbilang muda, ia mampu membuat Bayern kokoh di puncak klasemen Bundesliga dan juga Liga Champions.