Liputan6.com, Jakarta BRI Liga 1 Indonesia telah resmi bergulir mulai 27 Agustus 2021 lalu. Meski dilaksanakan di tengah pandemi COVID-19, pihak pengelola memastikan tidak ada klaster penyebaran sepanjang kejuaraan.
Terkait hal tersebut, Direktur PT Liga Indonesia Baru (PT LIB) Akhmad Hadian Lukita mengeklaim, konsistensi dan komitmen dalam pelaksanaan protokol kesehatan (prokes) merupakan kunci keberhasilan Liga 1.
Advertisement
“Karena ini (Liga 1) sudah berlangsung mulai 27 Agustus, sudah dua bulan lebih, sekarang kita menjalankannya (prokes) sudah seperti menjalankan hal-hal rutin. Jadi kita konsisten, komitmen, bahwa protokol kesehatan itu jangan sampai kendor,” ujarnya dalam sesi bincang-bincang virtual yang disiarkan melalui Youtube MNC Trijaya, pada Selasa (16/11/2021) pagi.
Lebih lanjut, Lukita menegaskan bahwa pihaknya senantiasa melakukan pemantauan dan evaluasi terhadap pelaksanaan turnamen guna memastikan tidak ada klaster COVID-19, baik di area pertandingan, maupun di akomodasi hotel dan sarana tranportasi.
“Kami pantau terus-menerus, kami melakukan evaluasi, dan (sejauh ini) tidak ada klaster COVID-19 di (lokasi) pertandingan sepak bola. Demikian pula di akomodasi, baik hotel maupun sarana transportasi. Hasil komitmen dan fokus, baik semua, tidak ada yang positif COVID-19,” sambung Lukita pada kesempatan yang sama.
Protokol Pemain
BRI Liga 1 memang diketahui menjalankan protokol ketat. Para pemain yang akan bertanding harus melalui tahap pemeriksaan di daerahnya masing-masing. Jika tes menunjukkan hasil negatif COVID-19, pemain baru diizinkan datang ke lokasi penyelanggaraan.
“Di tempat (pelaksanaan), kita periksa lagi, (kita lakukan) crosscheck, jangan sampai datanya ada yang tidak valid atau sudah berubah. Di dalam bubble pun kita lakukan pemeriksaan berkala, baik melalui aplikasi PeduliLindungi, kemudian PCR setiap tiga hari sekali. Kondisi pemain, ofisial semua kita tracking,” papar Direktur PT LIB.
Sebagai bentuk komitmen penyelenggaraan kegiatan olahraga yang sejalan dengan protokol kesehatan, Lukita juga menyebut pihaknya telah menandatangani pakta integritas untuk diteruskan kepada Kepala BNPB, Menpora, dan Menkes.
“(Dengan pakta tersebut) Liga bisa diberhentikan kapan saja kalau kami melanggar (aturan atau prokes). Saya juga turunkan pakta integritas ini kepada klub. Kalau ada klub yang tidak ikut aturan, akan kami berhentikan atau klubnya tidak boleh bermain,” pungkasnya.