Kasus patahnya penis petinju MMA Ray Elbe menyisakan tanda tanya. Sebenarnya penis itu bertulang atau tidak?
Menurut Pakar Kesehatan yang dikutip dari Cosmopolitan, Rabu (19/12/2012), Jennifer Wider, fraktur pada penis sangat jarang terjadi. Ia menyebutkan, meski penis tak bertulang tapi juga bisa patah.
"Meski penis tidak memiliki tulang, tapi itu terdiri dari jaringan spons yang dikelilingi membran yang tebal," kata Wider.
Ia menjelaskan, membenturkan penis yang sedang ereksi dengan objek yang keras, luput atau tidak masuk ke vagina tapi malah menghantamkannya tulang kemaluan, bisa menyebabkan terluka.
"Ini keadaan medis yang darurat," ujar Wider. "Biasanya membutuhkan evaluasi dan perbaikan dengan bedah," tambahnya.
Selain itu, lanjut Wider, dokter perlu memastikan sistem kemih pria bekerja dengan baik-baik saja.
Meskipun Wider mengatakan, banyak pasangan yang tidak akan pernah mengalami kecelakaan menyakitkan ini, ia mengimbau agar pasangan lebih berhati-hati ketika bercinta.
Sementara itu Profesor Dr George Lee, seorang profesor klinis urologi di Monash University Sunway menjelaskan, cedera penis bukan hal yang biasa. Kasus itu bisa disebabkan jaringan yang terperangkap di dalam darah pada organ saat ereksi patah atau ketika membengkok.
"Orang akan mendengar suara retak diikuti dengan rasa sakit. Ini adalah keadaan darurat medis. Kami hanya memiliki enam sampai 10 jam untuk memperbaiki organ sebelum ada kerusakan permanen," katanya.
Dr Lee menyarankan pria untuk meminimalkan risiko cedera dengan tidak melakukan hubungan seks yang terlalu kuat.
Ray Elbe menjadi buah bibir. Ia mengalami cedera di penisnya setelah bercinta dengan kekasihnya. Saat melakukan hubungan intim dengan posisi women on top, sang kekasih terlalu tinggi saat melambung. Saat itulah penisnya patah. (MEL/IGW)
Menurut Pakar Kesehatan yang dikutip dari Cosmopolitan, Rabu (19/12/2012), Jennifer Wider, fraktur pada penis sangat jarang terjadi. Ia menyebutkan, meski penis tak bertulang tapi juga bisa patah.
"Meski penis tidak memiliki tulang, tapi itu terdiri dari jaringan spons yang dikelilingi membran yang tebal," kata Wider.
Ia menjelaskan, membenturkan penis yang sedang ereksi dengan objek yang keras, luput atau tidak masuk ke vagina tapi malah menghantamkannya tulang kemaluan, bisa menyebabkan terluka.
"Ini keadaan medis yang darurat," ujar Wider. "Biasanya membutuhkan evaluasi dan perbaikan dengan bedah," tambahnya.
Selain itu, lanjut Wider, dokter perlu memastikan sistem kemih pria bekerja dengan baik-baik saja.
Meskipun Wider mengatakan, banyak pasangan yang tidak akan pernah mengalami kecelakaan menyakitkan ini, ia mengimbau agar pasangan lebih berhati-hati ketika bercinta.
Sementara itu Profesor Dr George Lee, seorang profesor klinis urologi di Monash University Sunway menjelaskan, cedera penis bukan hal yang biasa. Kasus itu bisa disebabkan jaringan yang terperangkap di dalam darah pada organ saat ereksi patah atau ketika membengkok.
"Orang akan mendengar suara retak diikuti dengan rasa sakit. Ini adalah keadaan darurat medis. Kami hanya memiliki enam sampai 10 jam untuk memperbaiki organ sebelum ada kerusakan permanen," katanya.
Dr Lee menyarankan pria untuk meminimalkan risiko cedera dengan tidak melakukan hubungan seks yang terlalu kuat.
Ray Elbe menjadi buah bibir. Ia mengalami cedera di penisnya setelah bercinta dengan kekasihnya. Saat melakukan hubungan intim dengan posisi women on top, sang kekasih terlalu tinggi saat melambung. Saat itulah penisnya patah. (MEL/IGW)