Ridley Road Tampilkan Kisah Perlawanan Kelompok Anti Fasis di London Timur

Drama seri Ridley Road menampilkan kisah menegangkan saat seorang wanita muda Yahudi, yang menyamar dalam organisasi fasis Neo-Nazi di Tahun 60an.

oleh Gilar RamdhaniDiperbarui 29 Oktober 2021, 22:48 WIB
Ridley Road.

Liputan6.com, Jakarta Tengah mencari film genre bertema sejarah yang dibumbui aksi menegangkan sekaligus asmara? Maka kamu bisa menjatuhkan pilihan pada mini seri Ridley Road produksi dari BBC yang juga tayang di Mola.

Drama empat episode yang ditulis oleh Sarah Solemani ini diangkat berdasarkan Novel karya Jo Bloom dengan judul yang sama dan terbit pertama kali pada tahun 2014. Ridley Road terinspirasi oleh kisah nyata kebangkitan fasisme dan neo-Nazisme pada tahun 1962 dan sekelompok pria dan wanita Yahudi yang bersatu membentuk kelompok 62, yang merupakan gerakan perlawanan anti-fasis. Mereka mencoba mengalahkan kaum fasis dari jalanan dan mendorong mereka ke pinggiran Inggris.

Dikutip dari artikel Evening Standard, Blom sebagai penulis novel Ridley Road, mengatakan ide cerita Ridley Road muncul saat ia menghadiri upacara pemakaman kolega keluarganya. Saat itu, itu mengetahui ayahnya dan seorang veteran berbicara tentang gerakan anti-semitisme yang tumbuh di London Timur pascaperang dunia ke-2.

"Ketika mereka mulai berbicara tentang kelompok 62, saya belum pernah mendengar tentang organisasi pertahanan Yahudi mana pun," ujarnya. Keberadaan kelompok yang tidak pernah disorot oleh sejarah Inggris itu menarik minat Bloom untuk menelusuri sejarah kelam fasisme di Negeri Ratu Elizabeth itu.

Minimnya informasi terkait kelompok 62, membuat Blom semakin bersemangat untuk menguak berbagai hal yang terjadi di masa tersebut. Akhirnya, dia pun berkenalan dengan Steve Silver seorang jurnalis dan peneliti yang bekerja untuk Searchlight, majalah anti-fasis.

"Selama sekitar 20 tahun, dia telah bekerja sangat erat dengan kelompok 62, mewawancarai mereka dan telah mendengar semua cerita. Tanpa dia, saya benar-benar tidak dapat menemukan sesuatu," kata Bloom.

Diterjemahkan Sarah Solemani ke Serial Televisi

Dari karya novel inilah kemudian diterjemahkan oleh Sarah Solemani ke dalam serial televisi. Dikutip dari BBC, Sarah berharap kisah yang diangkat Bloom membawa kesadaran akan ancaman fasisme di Inggris saat ini.

"Hubungan Inggris dengan fasisme lebih dekat dan lebih hidup daripada yang kita pikirkan," katanya Sarah dalam sebuah pernyataan. “Untungnya, begitu juga warisan kita yang kaya untuk melawannya.

Lanjut Baca:

“Buku mencekam Jo Bloom mengungkapkan sisi gelap London tahun enam puluhan dan kontribusi mengejutkan yang dibuat komunitas Yahudi dalam pertempuran melawan rasisme. Saya senang bisa bekerja dengan Red dan BBC untuk membawa potongan sejarah Inggris yang tidak banyak diketahui ini ke layar kaca," tuturnya.

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya