Citizen6: Pernahkah Anda berimajinasi bahwa bila kita melihat suatu obyek maka akan muncul obyek lain sebagai pendukung obyek utama? Seperti contohnya informasi pada obyek utama tersebut, nama dan jenis obyek atau seperti benda lain yang muncul sebagai pendukung misalnya. Di zaman sekarang ini anda sudah dapat merasakan teknologi tersebut dan teknologi ini sudah mempunyai nama sendiri, yaitu augmented reality.
Teknologi ini memungkinkan user untuk memunculkan informasi lain berupa tulisan dan gambar melalui kamera digital gadget masing-masing. Para user hanya menggunakan aplikasi khusus di smartphone, yang di program untuk menciptakan obyek augmented reality. User hanya mengarahkan lensa kamera kita terhadap obyek yang sudah dapat dimunculkan augmented realitynya, kemudian di display smartphone kita akan muncul obyek baru sebagai pelengkap obyek utama.
Di China misalnya yang sudah ingin memulai project augmented reality yang diimplementasikan dalam supermarket. Jadi para pembeli dengan smartphonenya dapat melihat gambar-gambar belanja yang melayang, menandakan jenis produk tersebut tersedia dan siap untuk dibeli. Dengan teknologi ini, kita dapat mengenal benda-benda di museum serta memunculkan gambarnya secara 3D, yang tentunya akan lebih menarik perhatian pengunjung untuk hadir.
Di zaman yang serba canggih ini, hampir tidak ada yang tidak mungkin dengan teknologi. Jadi sekarang tinggal kembali ke individu masing-masing yang menggunakan teknologi itu seperti apa, dan bagaimana. ( Lovegi David Sanjaya)
Teknologi ini memungkinkan user untuk memunculkan informasi lain berupa tulisan dan gambar melalui kamera digital gadget masing-masing. Para user hanya menggunakan aplikasi khusus di smartphone, yang di program untuk menciptakan obyek augmented reality. User hanya mengarahkan lensa kamera kita terhadap obyek yang sudah dapat dimunculkan augmented realitynya, kemudian di display smartphone kita akan muncul obyek baru sebagai pelengkap obyek utama.
Di China misalnya yang sudah ingin memulai project augmented reality yang diimplementasikan dalam supermarket. Jadi para pembeli dengan smartphonenya dapat melihat gambar-gambar belanja yang melayang, menandakan jenis produk tersebut tersedia dan siap untuk dibeli. Dengan teknologi ini, kita dapat mengenal benda-benda di museum serta memunculkan gambarnya secara 3D, yang tentunya akan lebih menarik perhatian pengunjung untuk hadir.
Di zaman yang serba canggih ini, hampir tidak ada yang tidak mungkin dengan teknologi. Jadi sekarang tinggal kembali ke individu masing-masing yang menggunakan teknologi itu seperti apa, dan bagaimana. ( Lovegi David Sanjaya)