Pemicu Stroke Itu Masih Beredar

Pemerintah belum juga menarik obat flu yang mengandung phenypropanolamine. Akibatnya, obat-obat tersebut tetap ada dan tetap diminati masyarakat. <br>

oleh Liputan6Diterbitkan 04 Desember 2000, 13:01 WIB
Liputan6.com, Jakarta: Obat flu yang mengandung phenypropanolamine seperti Decolgen, Ultra Flu, Mixagrif, dan Neozep Forte belum juga ditarik dari peredaran. Padahal, efek dari obat tersebut diduga dapat menimbulkan efek samping seperti pendarahan otak dan stroke. Selain tak ditarik oleh Direktorat Jenderal Pengawasan Obat dan Makanan Departemen Kesehatan dan Kesejahteraan Sosial, omzet penjualan obat flu itu ternyata masih tetap stabil.

Dari pemantauan SCTV, baru-baru ini, di sejumlah toko dan apotik di Jakarta, obat-obat tersebut masih dijual bebas. Menurut Ipong, seorang penjual obat, ia tetap menjual obat itu karena tak ada larangan dari Depkessos. Selain itu, obat tersebut tetap diminati oleh masyakarat.

Sementara itu, berdasarkan penelitian Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika Serikat (FDA), obat flu yang mengandung PPA dalam dosis tinggi dapat menimbulkan pendarahan otak dan stroke. Dosis per hari PPA yang ditoleransi yakni hanya 75 miligram untuk dewasa dan 37,5 miligram untuk anak-anak. Sementara kandungan PPA per tablet biasanya antara 5 sampai 25 miligram.

Menanggapi hal tersebut, Dirjen POM Depkessos Sampurno mengatakan, pemerintah yang dibantu berbagai pihak terkait baru akan melakukan pengkajian ulang terhadap efek samping jenis obat tersebut. Paling lambat pengkajian tersebut akan digelar 5 Desember besok. Untuk itu, ia berharap masyarakat memperhatikannya [baca: Obat Flu Pemicu Stroke Akan Ditarik, 30/11/2000].(ULF/Insan Kamil dan Dwi Nindyas)

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya