Liputan6.com, Jakarta - Kepedulian terhadap isu bahan makanan berlebih (food waste) serta pentingnya asupan nutrisi di Indonesia menjadi perhatian sebuah yayasan sosial Wonder Food Indonesia (WFI).
Yayasan yang dibentuk pada 25 November 2018 ini didirikan oleh orang-orang yang tergerak hatinya dalam misi menyelamatkan bahan makanan yang berlebih. Dibantu oleh para volunteer Wonder Food Indonesia, diharapkan gerakan mereka bisa memenuhi kebutuhan nutrisi masyarakat.
Advertisement
Melalui visi “Reduce Food Waste and Nourish The Country”, Wonder Food Indonesia melakukan penyelamatan bahan makanan berlebih yang memiliki kandungan nutrisi dan gizi yang masih layak untuk dikonsumsi.
Setelah proses penyelamatan bahan makanan, Wonder Food Indonesia melakukan pengecekan kelayakan bahan makanan. Salah satunya melihat kembali sayuran dan buah yang memiliki tampilan luar kurang bagus namun realitanya masih baik dan layak untuk dikonsumsi.
Dari bahan-bahan makanan tersebut, Wonder Food Indonesia mengolahnya menjadi makanan bergizi dan bernutrisi untuk dibagikan kepada warga yang membutuhkan.
Dukungan dan Kontribusi
Dari data Wonder Food Indonesia, bahan makanan yang terselamatkan berasal dari 81.721 kg dari Supermarket & Farm, 1.360 Kg dari Bakery dan Toko Bahan Kue, 50.082 Kg dari Company Consumer Goods, 13.640 Kg dari One Time Drop dan 3.472 Kg dari Food Bank.
Beberapa Restoran pun juga ikut berkontribusi dan mendukung kegiatan yang dilakukan oleh Wonder Food Indonesia.
Data Resmi
Sampai 31 Juli 2021, 150.275 Kg bahan makanan sudah diselamatkan dan diolah menjadi 281.490 porsi makanan. Artinya, sudah 44.260 Kg bahan makanan bergizi dan bernutrisi telah dibagikan Wonder Food Indonesia kepada yang membutuhkan.
Data yang disampaikan Kementerian PPN/Bappenas dari hasil analisis kolaborasi dengan Foreign Commonwealth Office Inggris selama 20 tahun terakhir menyebutkan bahwa Food Lost dan Food Waste di Indonesia mencapai 23 - 48 ton per tahun pada periode 2000 - 2019 atau setara 115 - 184 kg/kapita/tahun.
Food waste juga berpengaruh pada dampak sosial, yaitu kehilangan kandungan energi dan gizi yang setara dengan porsi makanan 61 juta - 125 juta orang atau sebanyak 29% - 47% dari populasi di Indonesia, melansir bappenas.go.id.