Jawa Tengah Tertinggi Kasus Kematian Pasien Covid-19 pada 15 Agustus 2021

Sebanyak 1.222 jiwa melayang akibat virus Corona. Sehingga, total korban jiwa akibat Covid-19 menjadi 117.588 jiwa.

oleh Delvira HutabaratDiperbarui 15 Agustus 2021, 18:18 WIB
Ilustrasi Covid-19 (Foto: Shutterstock By By RESTOCK images)

Liputan6.com, Jakarta - Angka penambahan kasus kematian akibat Covid-19 pada hari ini, Minggu (15/8/2021) kembali melonjak.

Tercatat, 1.222 jiwa melayang akibat virus Corona. Sehingga, total korban jiwa akibat Covid-19 menjadi 117.588 jiwa.

Berdasarkan data sebaran provinsi dari Kementerian Kesehatan (Kemenkes), Jawa Tengah mencatatkan angka kematian tertinggi akibat Covid-19 yakni 309 jiwa. Kemudian di posisi berikutnya adalah Jawa Timur dengan 230 angka kematian. 

Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) berada di urutan ketiga tertinggi dengan 81 orang meninggal. Kasus kematian tertinggi keempat adalah Kalimantan Timur dengan 63 orang.

Sementara itu, data penambahan kasus konfirmasi positif Covid-19 hari ini ada 20.813 orang. Sehingga total akumulatifnya, 3.854.354 orang di Indonesia terkonfirmasi positif Covid-19.

Sementara jumlah kasus sembuh hari ini ada 30.361. Sehingga, total akumulatif saat ini di Indonesia, ada 3.351.959 orang sembuh dari Covid-19.

 

 

** #IngatPesanIbu 

Pakai Masker, Cuci Tangan Pakai Sabun, Jaga Jarak dan Hindari Kerumunan.

Selalu Jaga Kesehatan, Jangan Sampai Tertular dan Jaga Keluarga Kita.

#sudahdivaksintetap3m #vaksinmelindungikitasemua

Pesan Jokowi

Presiden Joko Widodo atau Jokowi. (Foto: Biro Pers Sekretariat Presiden)

Sementara itu, Presiden Joko Widodo atau Jokowi meminta hasil tes swab polymerase chain reaction (PCR) untuk mendeteksi Covid-19 dapat keluar maksimal 1×24 jam setelah pemeriksaan. Dengan begitu, maka semakin cepat pula penyebaran virus Corona dicegah.

"Saya minta agar tes PCR bisa diketahui hasilnya dalam waktu maksimal 1×24 jam. Kita butuh kecepatan," kata Jokowi melalui Youtube Sekretariat Presiden, Minggu (15/8/2021).

Di samping itu, dia memerintahkan agar harga tes PCR di Indonesia diturunkan. Pasalnya, banyak pihak yang menilai harga tes PCR di Indonesia masih cukup mahal dibandingkan negara lain, seperti India.

Jokowi meminta Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin untuk menetapkan harga tes PCR di kisaran Rp450.000 sampai Rp550.000. Dia menyadari upaya untuk memperbanyak angka testing Covid-19 dengan menurunkan harga tes PCR.

"Salah satu cara untuk memperbanyak testing adalah dengan menurunkan harga tes PCR. Saya sudah berbicara dengan Menkes mengenai hal ini, saya minta agar biaya tes PCR ini berada di kisaran antara Rp450.000 rupiah sampai Rp550.000," tutur Jokowi.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya