Liputan6.com, Jakarta Setiap ibu selalu menginginkan yang terbaik bagi anaknya. Pun demikian dengan Siti Aisah. Dengan sekuat tenaga mantan lifter nasional itu bertarung melawan rasa khawatir untuk mendukung putri satu-satunya Windy Cantika Aisah meraih prestasi lewat cabang angkat besi yang penuh beban.
Seharusnya tidak sulit bagi Siti Aisah menerima pilihan Cantika menjadi atlet angkat besi mengingat dia pernah berhelut di olahraga yang sama. Namun pengalamannya di masa lalu tetap membuatnya khawatir akan masa depan putri bungsunya tersebut.
Advertisement
Siti tentu paham betul rintangan yang bakal mengadang Cantika. Apalagi angkat besi bukan cabang olahraga populer terutama bagi kaum hawa.
Beban terberat terkadang tidak hanya datang dari barbel yang diangkat saat latihan dan pertandingan. Masa depan lifter yang dulu masih cenderung suram sulit dilupakan begitu saja.
Siti bercerita, di eranya, banyak tantangan yang harus mereka lewati sebagai atlet angkat besi. Salah satunya adalah fasilitas yang tidak semkomplet dan se-modern saat ini. Gaji yang diterima juga belum terlalu menjanjikan. "Dulu dari asrama ke tempat latihannya jauh," kenang Siti Aisah saat berbincang dengan Liputan6.com melalui aplikasi berbagi pesan WhatsApp, Rabu (4/8/2021).
"Zaman saya mau makan saja harus jalan kaki dulu," kata Siti menambahkan.
Siti Aisah memang tidak menyesal pernah melewati masa-masa sulit tersebut. Sebab perjuangan itu membawanya menjadi salah seorang lifter putri andalan Indonesia di era 90-an. Dia pernah merebut medali perunggu saat tampil di Kejuaraan Dunia di Amerika Serikat pada tahun 1987. Setahun kemudian Siti juga mempersembahkan perak bagi Indonesia pada Kejuaraan Dunia di Jakarta.
Hanya saja, membayangkan putri satu-satunya terjun ke dunia yang sama juga bukan mimpi terbesarnya. Rasa khawatir terhadap masa depan Cantika sempat menghantui.
"Ya sempat juga khawatir karena Cantik anak perempuan satu-satunya. Tapi ini sudah pilihan Cantika jadi saya sebagai ibunya hanya berdoa dan mendukung sampai sukses." kata Siti.
Doa untuk Cantika
Siti memang tidak kuasa menolak. Apalagi bakat Cantika sudah terlihat saat dia masih anak-anak. Sejak pertama kali diperkenalkan dengan angkat besi yang masih menggunakan barbel dari semen kelas 2 SD, si Eneng-- panggilan akrab Cantika--sudah menunjukkan ketertarikannya.