Barcelona Minta Tolong soal Messi, La Liga Bisa Menolak dengan 3 Alasan

Barcelona meminta tolong kepada La Liga Spanyol agar anggaran gaji mereka diperbesar, sehingga bisa memperbarui kontrak Lionel Messi.

oleh Bogi TriyadiDiperbarui 04 Agustus 2021, 13:19 WIB
Joan Laporta kembali menjadi presiden Barcelona (AFP)

Liputan6.com, Barcelona - Barcelona kesulitan untuk memperbarui kontrak Lionel Messi yang sudah berakhir 1 Juli 2021. Sebab, kontrak baru akan berbenturan dengan aturan pembatasan gaji yang diterapkan La Liga Spanyol.

Sekadar informasi, batas pengeluaran gaji maksimal Barcelona adalah 382,7 juta euro atau sekitar Rp 6,5 triliun per tahun. Jumlah itu bagian dari batas pengeluaran gaji 20 klub yang ditetapkan La Liga sebesar 2,33 miliar euro.

La Liga mengeluarkan aturan pembatasan pengeluaran gaji untuk menyelamatkan keuangan klub-klub Spanyol, termasuk Barcelona. Ini menyusul hantaman pandemi Covid-19.

Karena itu, Blaugrana tidak bisa memenuhi permintaan gaji Lionel Messi, meski sang pemain sudah menerima pemotongan sampai 50 persen. "Kami ingin lebih banyak fleksibilitas dari liga untuk bisa memasukkan lebih banyak pemain," kata Presiden Barcelona Joan Laporta dalam permohonan publik kepada La Liga.

"Negosiasi dengan Messi berjalan dengan baik, tetapi kami sedang memperbaiki beberapa masalah di kedua sisi."

Laporta dikabarkan akan bertemu dengan Presiden La Liga Javier Tebas, Jumat (6/8/2021). Dia akan meminta agar anggaran gaji mereka ditambah 200 juta euro.

Bila dikabulkan, maka anggaran gaji Barcelona menjadi 582,7 juta euro atau sekitar Rp 9,9 triliun. Tapi, seperti diberitakan Marca, La Liga tidak akan bergerak satu milimeter pun dari peraturan yang telah diterima dan disetujui semua klub.

Berikut 3 alasannya:

 


1. Klub tidak ingin mengubah aturan

ilustrasi La Liga (Liputan6.com/Abdillah)

Bukannya La Liga tidak bisa mengubah aturan, karena ada bagian dari spesifikasi kontrol ekonomi yang bisa dimodifikasi. Namun, ini harus dipresentasikan oleh satu klub tertentu dan dipilih dan disetujui oleh semua klub lain.

Liga sudah tahu bahwa klub lain tidak akan menyetujui, dengan Barcelona telah meletakkannya di atas meja sejak awal.

Peraturan La Liga membawa Elche, Murcia, dan Reus terkena hukuman administrasi. Tetapi, peraturan ini terus memastikan kelayakan finansial sepak bola Spanyol, yang membawa kita ke poin kedua.

 


2. Prancis dan Italia sudah mengalami masalah serius

ilustrasi La Liga (Liputan6.com/Abdillah)

Ligue 1 terus membawa masalah keuangan karena tidak menyelesaikan musim 2019/20, dan dalam beberapa kasus mereka memiliki klub yang hampir bangkrut.

Lanjut Baca:

Sepak bola Italia juga telah meminta bantuan pemerintah Italia untuk mengizinkan sponsor perjudian setelah kehilangan pendapatan sebesar 1,1 miliar euro. Selain itu, meminta penundaan pembayaran utang selama minimal dua tahun dan mendukung pembiayaan untuk klub. Di Spanyol, klub-klub tidak ingin memikirkan masalah dengan kantor pajak lagi. Jika dapat bantuan dari pemerintah Spanyol, yang pertama ingin mereka terima adalah untuk masalah administrasi. Akan tetapi, klub tidak menginginkan apa pun yang membuat mereka berhutang. Membiarkan lebih banyak ekses dalam batas gaji sama dengan membiarkan klub membuat kerugian finansial. Klub akan memiliki tagihan gaji yang tak mampu dibayar karena penghasilan tidak cukup. Sehingga akhirnya akan membahayakan kelangsungan liga.  

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya