Profil Rio Waida, Pembawa Bendera Indonesia di Pembukaan Olimpiade Tokyo 2020

Peselancar Rio Wada jadi salah satu pembawa bendera Indonesia di upacara pembukaan Olimpiade Tokyo 2020.

oleh Harley IkhsanDiperbarui 03 Juni 2022, 17:28 WIB
Peselancar Rio Wada jadi salah satu pembawa bendera Indonesia di upacara pembukaan Olimpiade Tokyo 2020. (dokumentasi Asosiasi Surfing Internasional)

Liputan6.com, Jakarta - Indonesia mengirim 10 orang pada upacara pembukaan Olimpiade Tokyo 2020 di National Stadium, Jumat (23/4/2021). Berdiri di depan dua atlet yang didapuk sebagai pembawa Merah Putih.

Salah satunya adalah Rio Waida yang turun di cabang olahraga selancar. Meski baru pertama kali dipertandingkan di Olimpiade, cabor ini berpotensi berbuah medali bagi Tanah Air.

Pasalnya, Rio sudah masuk jajaran papan atas dunia. Atlet berusia 21 tahun itu dinyatakan lolos kualifikasi setelah merebut posisi runner-up pada ajang International Surfing Associtaion (ISA) World Surfing Games 2019 di Miyazaki, Jepang.

Tiket tersebut semula menjadi milik peselancar Jepang, Shun Murakami, yang menjadi juara turnamen tersebut. Namun, berdasarkan aturan kualifikasi, satu negara hanya boleh diwakili dua peselancar. Jepang sudah memiliki satu wakil yakni Kanoa Igarashi yang merebut tiket usai masuk top ten Liga Surfing Dunia (WSL) 2019.

Untuk satu slot tersisa, Shun Murakami dan Hiroto Ohhara bersaing di Surf City El Salvador ISA World Surfing Games 2021. Dengan demikian, tiket yang sempat diamankan Murakami dialokasikan untuk Rio.

Saksikan Video Berikut Ini


Mencuat sebagai Remaja

Rio Waida.(Rip Curl)

Bermain selancar sejak kecil, talenta Rio Waida mulai terlihat saat dia remaja. Pada 2016, saat berusia 16 tahun, dia berhasil mengalahkan peselancar remaja terbaik dunia lain untuk menjuarai Quiksilver Young Guns Surf di Oceanside, California, AS.

Kemenangan tersebu menjadi modal bagi Rio untuk memantapkan kakinya melangkah ke kancah internasional. Masih pada tahun yang sama, meski gagal merebut gelar, Rio finis di posisi ketiga Minami Boso Junior Pro 2016, turnamen yang digelar di Chitose Beach, Minamiboso, Chiba, Jepang.

Tahun 2017 menjadi periode Rio untuk mengukuhkan namanya di antara peselancar dunia. Pada Februari, Rio meraih posisi kedua di kompetisi NIB Pro Junior yang diadakan di Newscastle, Australia, dengan selisih skor tipis dari sang juara, Liam O'brien asal Burleigh heads, Queensland, Australia.

Rio kembali berada di peringkat kedua, kali ini pada kompetisi Komune Bali Pro 2017. Lagi-lagi, Rio yang mencetak skor 16.56 hanya kalah tipis dari peselancar Australia Brent Dorrington (16.67) yang jadi juara.

Lanjut Baca:

Peselancar kelahiran 25 Januari 2000 itu berhasil meraih gelar juara dalam kejuaraan Hello Pacitan Pro 2017 yang digelar di Pantai Watu Karung, Pacitan, selepas mengalahkan peselancar Swedia Kian Martin dengan skor telak 15.25 berbanding 9.00. Menjelang akhir tahun, Rio kembali menorehkan prestasi. Dia berada di posisi ketiga kejuaraan Ise Shima Pro Junior, Jeep International Hainan Surfing Open, serta Taiwan Open. Peselancar berdarah Jepang Indonesia itu juga berhasil membawa pulang trofi World Surfing League (WSL) Asia 2017 karena berada di peringkat pertama.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya