Bursa Saham Asia Semringah Imbas Wall Street yang Perkasa

Bursa saham Asia melompat pada perdagangan Rabu, 21 Juli 2021 seiring kenaikan wall street.

oleh Dian Tami KosasihDiperbarui 21 Juli 2021, 08:55 WIB
Seorang pria berjalan melewati indikator saham elektronik sebuah perusahaan sekuritas di Tokyo (29/8). Rudal tersebut menuju wilayah Tohoku dekat negara Jepang. (AP Photo/Shizuo Kambayashi)

Liputan6.com, Singapura - Bursa saham Asia Pasifik menguat pada perdagangan Rabu pagi (21/7/2021) mengikuti bursa saham Amerika Serikat (AS) atau wall street yang melonjak signifikan. Indeks Dow Jones naik lebih dari 500 poin.

Di bursa saham Asia, indeks Nikkei 225 menguat 1,11 persen pada awal perdagangan. Indeks Topix menguat 1,14 persen. Ekspor Jepang tumbuh 48,6 persen pada Juni dibandingkan tahun sebelumnya. Realisasi ekspor tersebut itu lebih tinggi dari perkiraan ekonom sebesar 46,2 persen.

Indeks Korea Selatan Kospi menanjak 0,39 persen, indeks Australia mendaki 0,57 persen. Indeks MSCI Asia Pasifik di luar Jepang menguat 0,24 persen. Sementara itu, Australia akan rilis data ritel penjualan pada Juni 2021. Demikian dilansir dari CNBC, Rabu (21/7/2021).

Di wall street, indeks Dow Jones melonjak 549,95 poin ke posisi 34.511,99. Indeks S7P 500 menanjak 1,52 persen ke posisi 4.323,06. Indeks Nasdaq naik 1,57 persen ke posisi 14.498,88.

Penguatan wall street terjadi setelah indeks Dow Jones melemah lebih dari 700 poin karena kekhawatiran kenaikan kasus COVID-19 dapat memperlambat pemulihan ekonomi.

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini

Indeks Dolar AS

Orang-orang berjalan melewati layar monitor yang menunjukkan indeks bursa saham Nikkei 225 Jepang dan lainnya di sebuah perusahaan sekuritas di Tokyo, Senin (10/2/2020). Pasar saham Asia turun pada Senin setelah China melaporkan kenaikan dalam kasus wabah virus corona. (AP Photo/Eugene Hoshiko)

Indeks dolar AS berada di posisi 92,97 dari posisi sebelumnya di atas 93,1. Yen Jepang diperdagangkan di kisaran 109,87 per dolar AS.

Harga minyak pada jam perdagangan di Asia, harga minyak Brent berjangka turun 0,58 persen menjadi USD 68,95 per barel. Harga minyak berjangka Amerika Serikat (AS) susut 0,68 persen menjadi USD 66,74 per barel.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya