Turn Over Karyawan Anda Tinggi? Ini 9 Solusi yang Bisa Dipraktikkan

Beberapa solusi yang dibisa dipraktikkan saat turn over karyawan di perusahaan tinggi.

oleh Rizky MandasariDiperbarui 05 Agustus 2025, 10:15 WIB
Ilustrasi bekerja, bercanda bersama teman di kantor. (Photo by Priscilla Du Preez on Unsplash)

Liputan6.com, Jakarta Sumber Daya Manusia (SDM) merupakan aset yang sangat penting bagi suatu perusahaan. Tentu saja SDM ini berperan melakukan perencanaan, kebijakan, serta aktivitas lain yang kinerjanya menentukan perkembangan perusahaan.

Di sisi lain, kemajuan teknologi membawa arus perubahan yang kuat, menyebabkan lingkungan bisnis berubah semakin dinamis. Perubahan zaman menuntut beragam industri untuk terus berinovasi agar dapat bersaing lebih kompetitif. Akibatnya, perusahaan pun membutuhkan SDM yang berkualitas dan kompeten.

Namun tak sedikit perusahaan yang justru banyak ditinggal karyawannya. Beberapa alasannya antara lain mulai dari tidak kuat dengan sistem kerjanya, tidak bisa beradaptasi, bahkan banyak pula yang bosan dan merasa tidak berkembang.

Menyikapi permasalahan tersebut, sebenarnya perusahaan bisa memberikan program pelatihan kerja bagi SDM. Hal ini digunakan sebagai salah satu media yang efektif untuk memperbaiki performa dan meningkatkan kompetensi karyawan. Akan tetapi, hal ini menjadi kendala bagi perusahaan yang tersebar di Indonesia di mana memiliki banyak karyawan. Beragam kegiatan pelatihan kerja dinilai kurang efisien dan menyebabkan lemahnya efektivitas kinerja perusahaan.

Berikut ulasannya yang Liputan6.com rangkum, Senin (12/7/2021).

Solusi Mengatasi Turn Over Karyawan Perusahaan yang Tinggi

ilustrasi perempuan bekerja/Photo by Andrea Piacquadio from Pexels

1. Pelatihan Berbasis Digital

Pelatihan digital memungkinkan perusahaan memberikan pembelajaran yang mudah diakses kapan saja dan di mana saja. Model ini sangat fleksibel, memudahkan karyawan untuk belajar sesuai ritme mereka tanpa mengganggu jam kerja produktif.

Selain itu, pelatihan berbasis digital juga menghilangkan kebutuhan akan biaya logistik seperti ruang kelas, transportasi, dan pengajar tatap muka. Solusi ini ideal untuk perusahaan yang ingin berinvestasi dalam pengembangan SDM secara efisien.

2. Memungkinkan Personalisasi Materi Pelatihan dengan Mudah

Setiap karyawan memiliki latar belakang, kebutuhan, dan tantangan berbeda. Dengan platform pelatihan digital, materi bisa disesuaikan berdasarkan level kompetensi, jabatan, atau bahkan minat individu.

Personalisasi ini menciptakan pengalaman belajar yang lebih relevan dan menarik. Karyawan akan merasa diperhatikan secara personal, yang secara tidak langsung meningkatkan keterikatan mereka dengan perusahaan.

3. Sistem Belajar yang Terstruktur dan Up-to-Date

Platform digital memudahkan penyusunan kurikulum yang sistematis, terstruktur, dan dapat diperbarui secara berkala. Ini penting untuk memastikan konten yang disampaikan tetap relevan dengan perkembangan industri dan kebutuhan internal.

Karyawan akan merasa bahwa perusahaan serius dalam mendukung pertumbuhan profesional mereka, bukan sekadar menjalankan pelatihan sebagai formalitas.

Solusi Mengatasi Turn Over Karyawan Perusahaan yang Tinggi

Ilustrasi Bekerja Credit: unsplash.com/You

4. Kolaborasi dengan Kelompok Secara Online

Interaksi antar karyawan dalam sesi pelatihan sangat penting untuk membangun budaya kerja yang kolaboratif. Fitur diskusi online, forum, dan kerja kelompok dalam sistem pelatihan digital mendorong partisipasi aktif.

Dengan demikian, pelatihan menjadi wadah untuk memperkuat kerja sama tim, memperluas jaringan internal, serta membangun rasa kebersamaan yang memperkuat loyalitas karyawan.

5. Memudahkan Pemantauan Proses dan Hasil Pelatihan

Pelatihan digital dilengkapi dengan fitur pelacakan kemajuan (progress tracking) yang memungkinkan manajemen memantau aktivitas belajar karyawan secara real time.

Dengan data ini, perusahaan dapat mengevaluasi efektivitas pelatihan, menyesuaikan strategi pembelajaran, dan mendeteksi potensi talenta untuk dikembangkan lebih lanjut. Semua ini dilakukan secara otomatis dan efisien.

6. Menyesuaikan Pelatihan dengan Role-based Access Control

Tidak semua materi pelatihan cocok untuk semua karyawan. Sistem pelatihan modern memungkinkan penerapan role-based access control, yaitu pembatasan akses materi berdasarkan posisi atau peran.

Ini memastikan karyawan hanya mengakses pelatihan yang sesuai dengan tanggung jawab mereka, sehingga proses pembelajaran lebih terfokus dan relevan.

Solusi Mengatasi Turn Over Karyawan Perusahaan yang Tinggi

ilustrasi perempuan bekerja/Photo by Ketut Subiyanto from Pexels

7. User Grouping dan Enrollment Peserta Pelatihan

Sistem pelatihan digital memungkinkan admin mengelompokkan peserta berdasarkan divisi, jenjang karier, atau unit kerja. Proses enrollment pun dapat dilakukan secara otomatis, hemat waktu, dan bebas kesalahan.

Hal ini memudahkan pengelolaan pelatihan massal dan mempercepat proses onboarding bagi karyawan baru, dua hal yang sangat penting dalam mengurangi turn over.

8. Meningkatkan Performa Karyawan

Karyawan yang dilengkapi dengan pelatihan yang tepat akan lebih percaya diri, produktif, dan mampu menyelesaikan tugas dengan lebih baik. Pelatihan yang rutin dan terstruktur mendorong pencapaian individu sekaligus kinerja tim.

Perusahaan yang memberikan ruang bagi karyawan untuk berkembang akan lebih mungkin mempertahankan talenta terbaiknya dalam jangka panjang.

9. Menghemat Investasi dan Waktu Implementasi

Berinvestasi pada sistem pelatihan digital memang memerlukan biaya awal, tetapi akan menghemat banyak pengeluaran dalam jangka panjang. Tidak hanya dari sisi logistik, tapi juga dari sisi waktu, efisiensi manajemen, dan efektivitas pelatihan.

Solusi digital juga bisa diimplementasikan secara bertahap sesuai kebutuhan, sehingga fleksibel mengikuti kapasitas organisasi. Semua ini menjadikan pelatihan sebagai investasi cerdas yang berdampak pada loyalitas dan retensi karyawan.

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya