Liputan6.com, Pekanbaru: Ada pemandangan berbeda di Pekanbaru, Riau, saat pekan terakhir Ramadan. Sejumlah warga menyalakan lampu colok di depan rumah mereka masing-masing. Lampu ada juga yang dipasang di halaman masjid atau musalah. Tradisi kebudayaan Melayu yang tak lapuk dimakan zaman ini menjadi tanda bahwa Hari Raya Idul Fitri telah dekat.
Saat lampu colok dipasang, biasanya warga akan keluar rumah untuk saling bersilaturahmi. Anak-anak juga riang bermain di halaman rumah di bawah sorot lampu colok. Suasana semakin meriah karena pada Ramadan kali ini pemerintah setempat menggelar festival lampu colok antarkelurahan.
Lampu colok yang dipasang warga terbuat dari botol bekas atau buluh yang diberi sumbu. Untuk bahan bakar, masyarakat menggunakan minyak tanah. Melambungnya harga minyak tanah jauh di atas harga eceran tertinggi ternyata tak mempengaruhi minat warga menghidupkan lampu colok. Biasanya, lampu colok baru kembali dipadamkan ketika Lebaran telah usai.(ULF/Yusril Ardanis)
Saat lampu colok dipasang, biasanya warga akan keluar rumah untuk saling bersilaturahmi. Anak-anak juga riang bermain di halaman rumah di bawah sorot lampu colok. Suasana semakin meriah karena pada Ramadan kali ini pemerintah setempat menggelar festival lampu colok antarkelurahan.
Lampu colok yang dipasang warga terbuat dari botol bekas atau buluh yang diberi sumbu. Untuk bahan bakar, masyarakat menggunakan minyak tanah. Melambungnya harga minyak tanah jauh di atas harga eceran tertinggi ternyata tak mempengaruhi minat warga menghidupkan lampu colok. Biasanya, lampu colok baru kembali dipadamkan ketika Lebaran telah usai.(ULF/Yusril Ardanis)