Gerakan Sarung dari Indonesia Untuk Dunia

Dari selembar sarung bisa tercipta banyak mode pakaian alternatif. Mengimbangi gaya berpakaian ala barat.

oleh Liputan6Diterbitkan 22 November 2012, 21:11 WIB
Liputan6.com, Jakarta:  Sarung tak hanya bisa dijadikan penutup aurat kala beribadah, perlengkapan untuk upacara, atau selimut kala tidur.

Dari selembar kain itu, ditambah sedikit kreativitas dan modifikasi, akan tercipta banyak mode pakaian alternatif. Untuk mengimbangi gaya berpakaian ala barat.

Itulah pesan yang ingin disampaikan Indonesia Fashion Week 2012 yang bekerja sama Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif melalui gerakan sosialisasi sarung (Sarung Mobbed) di Pekan Produk Kreatif Indonesia (PPKI) 2012, di Epiwalk, Kamis (22/11/2012).

Sekitar 300 generasi muda berpartisipasi dalam gerakan tersebut. Mengenakan sarung dengan berbagai variasi. Dipakai sebagai bawahan, jadi atasan, atau dibuat sedemikian rupa menjadi gaun. Tak hanya perempuan, juga laki-laki. Mereka menampilkan kreasinya sambil bergoyang diiringi musik dari Kunokini.

Di akhir penutupan Sarung Mobbed, Menteri Mari Elka Pangestu ikut bergabung dengan peserta. Bersama bergoyang Poco-poco dan menyanyikan lagu Rasa Sayange

Menurut Mari, ini saatnya membuat sarung mendunia. "Dimulai dari anak muda yang menampilkan bermacam cara menggunakan sarung, bagaimana bergaya dengan sarung. Di kemudian hari, sarung bisa mendunia, kita bisa mensarungkan dunia," kata dia usai acara.

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya