Resensi Film Those Who Wish Me Dead: Alihkan Isu dengan Bakar Hutan, Dua Pembunuh Incar Bocah Laki-laki

Angelina Jolie kembali ke layar lebar lewat film Those Who Wish Me Dead. Ini tentang kebakaran hutan yang dijadikan pengalihan isu.

oleh Wayan DianantoDiterbitkan 20 Mei 2021, 11:40 WIB
Angelina Jolie kembali ke layar lebar lewat film Those Who Wish Me Dead. Ini tentang kebakaran hutan yang dijadikan pengalihan isu. (Foto: New Line Cinema/ IMDb)

Liputan6.com, Jakarta Setelah Maleficent: Mistress of Evil, yang terdengar dari Angelina Jolie lebih sering gosip pascaperceraian dengan Brad Pitt. Kini, sang ikon kecantikan kembali ke layar lebar lewat Those Who Wish Me Dead.

Film ini karya sineas Taylor Sheridan, nomine Piala Oscar Penulis Naskah Asli Terbaik lewat Hell or High Water. Profilnya belum banyak dikenal masyarakat Indonesia. Dua di antara karyanya, menyutradarai film Sicario dan membintangi 12 Strong.

Kini, kemampuan Taylor mengarahkan pemain diuji dalam Those Who Wish Me Dead yang diadaptasi dari novel berjudul sama karya Michael Koryta. Berikut resensi film Those Who Wish Me Dead.


Salah Baca Arah Angin

Angelina Jolie sebagai Hannah dalam Those Who Wish Me Dead. (Foto: New Line Cinema/ IMDb)

Ini mengisahkan Hannah (Angelina Jolie) ketua regu pemadam kebakaran yang dihantui rasa bersalah karena salah membaca arah angin saat menjinakkan si jago merah yang melahap hutan. Akibatnya fatal.

Tak hanya membuat regunya kocar-kacir, ia gagal menyelamatkan tiga bocah dari kepungan api. Hari-hari berlalu. Ia bertugas di hutan Park Country, Montana. Suatu hari ia melihat bocah bernama Connor (Finn Little) lari ketakutan dengan baju bersimbah darah.

Kepada Hannah, Connor mengaku ayahnya, Owen (Jack Weber) tewas ditembak dua pria tak dikenal saat mobil mereka menuju sekolah penyintas milik Ethan (Jon Bernthal) dan Allison (Medina Senghore).


Diburu Dua Penjagal

Jack (Aidan Gillen) dan Patrick (Nicholas Hoult) dalam Those Who Wish Me Dead. (Foto: New Line Cinema/ IMDb)

Kedua pria ini, Jack (Aidan Gillen) dan Patrick (Nicholas Hoult), yang ditugasi seseorang menghabisi keluarga Owen. Owen adalah akuntan forensik yang menyingkap skandal kejahatan sejumlah institusi pemerintah. Sebelum meninggal, Owen menitipkan sesuatu ke Connor.

Setengah jam usai menonton film ini, kami menyadari ada banyak masalah yang mesti diurus Taylor. Pertama, perjuangan karakter utama berdamai dengan masa lalu dan menjinakkan trauma.

Kedua, skandal tingkat tinggi yang diletakkan di pundak seorang bocah. Ketiga, tentu saja bagaimana skandal ini akan berakhir. Menyelesaikan tiga perkara besar dalam waktu tak boleh lebih dari 120 menit rasanya mustahil.


Penyintas dalam Pengalihan Isu

Karakter Connor diperankan oleh Finn Little dalam Those Who Wish Me Dead. (Foto: New Line Cinema/ IMDb)

Maka, Taylor memilih satu atau dua di antara tiga agar Those Who Wish Me Dead tak terasa instan. Sang sineas membuat pilihan aman sekaligus masuk akal, yakni fokus pada dua tokoh utama sebagai penyintas.

Lanjut Baca:

Yang menarik dari film ini, teknik membuat pengalihan isu agar agenda yang lebih besar berjalan mulus. Anda mungkin bertanya, apa kaitannya sinopsis di atas dengan kobaran api yang menghiasi poster film ini? Ada. Sedikit gambaran untuk Anda, Jack dan Patrick sengaja membakar hutan untuk mengalihkan perhatian publik. Saat publik fokus di satu titik, yakni kebakaran hutan, misi penjagalan dilancarkan.

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya